Site stats ≡ Pria Ini Rawat Telur Terlantar, Hidupnya Berubah Selamanya! ➤ Brain Berries

Pria Ini Rawat Telur Terlantar, Hidupnya Berubah Selamanya!

Advertisements

Pernahkah Anda menemukan sesuatu di jalan dan tidak bisa mengabaikannya begitu saja? Itulah yang dirasakan oleh Riyadh Khalaf, seorang penulis, penyiar, dan aktivis asal Irlandia. Suatu hari, dia sedang berjalan santai di kawasan Devon, Inggris, dan menemukan telur kecil yang tergeletak di tanah. Dia pun memungutnya, dan hal itu membuat hidupnya berubah selamanya.

Kisah Riyadh sukses menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Mulai dari momen menemukan telur, merawatnya dengan penuh dedikasi, hingga perpisahan yang mengharukan. Hal itu menjadi bukti nyata betapa besar kasih sayang manusia terhadap makhluk hidup lain. Penasaran dengan kisah selengkapnya? Langsung scroll ke bawah.

1. Momen Tidak Terduga

Saat berjalan di Devon, Inggris, Riyadh tiba-tiba menemukan sebuah telur berwarna putih susu yang tergeletak sendirian di atas tanah. Tidak ada sarang, tidak ada telur lain, dan tidak ada induknya. Riyadh pun merekam penemuannya sambil berkata, “Kami baru saja menemukan apa yang kami kira adalah telur bebek. Hanya tergeletak di sini sendirian. Tanpa sarang. Tanpa telur lain.”

Menyadari telur itu tidak akan bertahan hidup tanpa perlindungan, Riyadh mengambil keputusan besar. Dia memasukkan telur itu ke dalam cangkir kertas yang dilapisi serbet sebagai bantalan, lalu membawanya pulang ke London. Riyadh melewati dua kali perjalanan mobil, menginap di hotel, naik kereta, kereta bawah tanah, hingga bus demi menjaga telur itu tetap aman.

2. Menanti Kehidupan Baru

Setibanya di rumah, Riyadh langsung memesan inkubator lewat toko online. Inkubator berfungsi menjaga suhu dan kelembapan telur agar embrio di dalamnya terus berkembang, layaknya kehangatan yang diberikan sang induk saat mengerami telurnya. Tanpa kehangatan itu, embrio di dalam telur tidak akan bisa bertahan hidup.

Beruntung, Riyadh pernah beternak ayam dan merpati sebelumnya, sehingga dia memiliki sedikit pengalaman dalam merawat unggas. Pengetahuan itu sangat membantunya memahami bahwa telur bisa bertahan sementara waktu dalam kondisi tidak aktif sebelum dimasukkan ke inkubator. Setiap hari, Riyadh memantau perkembangan telur dengan penuh harap.

3. Tanda Kehidupan Muncul

Perlahan tapi pasti, tanda-tanda kehidupan mulai muncul dari dalam telur. Ada gerakan kecil, lalu terlihat garis mata dan bentuk paruh yang semakin jelas. Kegembiraan Riyadh terasa nyata dan tulus saat mengunggah setiap perkembangan itu ke media sosial. Penonton pun ikut antusias melihat telur itu berkembang menuju masa menetas.

Riyadh bahkan mulai mendalami berbagai informasi tentang bebek secara intensif agar bisa merawat bayi yang sedang tumbuh di dalam inkubator itu dengan baik. Semangat belajarnya sungguh luar biasa, loh!

4. Spike Lahir ke Dunia

Akhirnya, setelah 28 hari penuh penantian, cangkang telur mulai retak. Momen yang sudah lama ditunggu-tunggu pun tiba! Riyadh bisa melihat dengan jelas siluet paruh kecil yang bulat dan menggemaskan, membuktikan bahwa tebakannya selama ini benar, yaitu telur bebek.

Namun, proses menetas tidaklah cepat. Anak bebek secara naluriah memutar telur saat menetas agar tali pusarnya terlepas, dan proses ini bisa memakan waktu hingga 48 jam. Riyadh terus memantau hingga akhirnya ketiduran.

Tepat pukul 04.51 dini hari, setelah 29 jam sejak retakan pertama muncul, dia terbangun mendengar kicauan kecil. Di sana, seekor makhluk kecil yang basah sedang memandangnya. Riyadh terharu dan mengatakan, “Itu seperti cinta pada pandangan pertama.”

5. Merawat Penuh Cinta

Ternyata anak bebek bisa mati karena kondisi kesehatan mental yang buruk jika tidak berinteraksi dengan bebek lain. Anak bebek yang kemudian dinamai Spike itu akhirnya dipindahkan ke sebuah kandang yang dilengkapi semua kebutuhannya. Hal ini dilakukan agar Spike bisa tumbuh menjadi bebek yang sehat dan mandiri.

Riyadh memasang cermin agar Spike bisa melihat bebek lain yang sebenarnya adalah dirinya sendiri, dan menggunakan boneka bebek sebagai pengganti untuk mengajarkan Spike cara makan. Dia juga menyembunyikan wajahnya saat memberi makan agar Spike tidak terlalu bergantung pada manusia. Dia bahkan memutar rekaman suara bebek agar Spike terbiasa dengan suara sejenisnya.

6. Melepaskan Spike

Setelah 89 hari bersama, tibalah saat yang berat namun penuh makna. Spike dikirim ke pusat rehabilitasi hewan dan bergabung dengan kawanan bebeknya sendiri di fasilitas terbuka, tempat dia bisa belajar menjadi bebek seutuhnya. Spike pun berhasil mengepakkan sayapnya untuk pertama kali dan terbang!

Kabar terakhir, Spike tinggal bersama Leanne Clarke yang membangun tempat penampungan khusus bernama “The Quack Shack” di rumahnya. Riyadh berhasil mengumpulkan dana donasi lebih dari 11.000 pound sterling untuk membangun fasilitas tersebut.

Spike semakin jarang mengingat Riyadh, dan itu justru pertanda baik bahwa Spike semakin berkembang dengan baik dalam kehidupan barunya. Para penggemar pun mengenang momen itu sebagai kisah “Riyadh dan Spike” yang menyentuh hati.

Kisah Riyadh dan Spike membuktikan bahwa kepedulian kecil ternyata bisa memberikan dampak luar biasa, tidak hanya bagi seekor bebek, tetapi juga bagi makhluk hidup lainnya. Menurut Anda, apakah Anda akan melakukan hal yang sama jika menemukan telur terlantar di jalan? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!