Mengejutkan! Ini 7 Transformasi Indonesia Dulu dan Sekarang

Advertisements

“Indonesia, tanah air beta, pusaka abadi nan jaya.” Apakah Anda pernah mendengar lagu itu? Pasti pernah dong? Soalnya lagu berjudul ”Indonesia Pusaka” ini menjadi lagu wajib saat diadakannya upacara bendera dan acara resmi nasional lainnya. Saat menyanyikan lagu itu, rasanya menjadi teringat kenangan-kenangan saat Indonesia masih jadul. Saat andong dan sepeda onthel masih populer.Nah, kali ini kami akan membagikan 7 transformasi Indonesia dulu dan sekarang. Cek daftar pertama di bawah ini.

1. Monas, Jakarta

Daftar pertama ada ikon kota Jakarta yaitu tugu Monumen Nasional atau Monas. Tugu ini dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Proses pembangunannya membutuhkan waktu 14 tahun. Tugu ini bermahkota lidah api yang dilapisi emas serta melambangkan perjuangan rakyat Indonesia yang selalu membara.

Pada gambar terlihat foto Monas saat masih baru dibangun dan masa kini. Kelihatan bedanya, kan? Betul, perbedaannya yang mencolok ada pada tata ruang di sekitar tugu, seperti lapangan, jalanan, serta tempat parkir. Sedangkan tidak ada perbedaan signifikan pada tugunya. Kokoh banget ya Monas Jakarta. Apakah Anda pernah mengunjunginya? Kalau belum, semoga bisa segera ke Monas, ya.

2. RSUD Dr. Soetomo, Surabaya

Pada daftar kedua ada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya. Pada gambar terlihat foto zaman dulu pada sekitar tahun 1950-an di mana saat itu bernama Rumah Sakit Umum Pusat. Namun pada sekitar tahun 1964, namanya berganti menjadi Rumah Sakit Dr. Soetomo, dan sekarang menjadi RSUD Dr. Soetomo. Kerennya, rumah sakit ini terakreditasi oleh JCI sebagai General Academic Hospital, luar biasa!

Terlihat perubahan arsitektur eksterior pada saat zaman dulu dan sekarang. Di mana zaman dulu, halaman sekitar masih kosong dan sepi. Dan di foto zaman sekarang, terlihat sangat ramai dan arsitekturnya menjadi lebih modern. Menurut Anda, perbedaannya signifikan apa tidak?

3. Bundaran HI, Jakarta

Di daftar selanjutnya ada monumen terkenal di Jakarta bernama Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI. Bundaran HI ini berada di tengah-tengah jalan di antara Monumen Selamat Datang dan Hotel Indonesia. Area ini dibangun saat Indonesia, khususnya Jakarta, ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games IV pada tahun 1962. Proses pembangunannya diawasi langsung oleh Presiden Soekarno dan Duta Besar Amerika Serikat, Howard P. Jones. 

Pada foto dulu dan sekarang, terlihat perbedaan yang mencolok di mana ada air mancur di tengah-tengah kolam. Jalannya juga semakin lebar dan ada ornamen di pinggir kolamnya. Kira-kira, ada perbedaan apa lagi ya?

4. Jembatan Ampera, Palembang

Jembatan Ampera menjadi lambang utama kota Palembang yang terletak di tengah-tengah kota dan menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang terpisah Sungai Musi. Jembatan ini mulai dibangun pada bulan April 1962 setelah mendapat persetujuan Presiden Soekarno. Jembatan ini mulai dibuka dan diresmikan pada tahun 1965. 

Ampera merupakan akronim dari Amanat Penderitaan Rakyat. Pada foto zaman dulu dan sekarang, terlihat perbedaan nuansanya. Pada zaman dulu, nuansa klasiknya benar-benar terasa. Sedangkan zaman sekarang, lebih ramai oleh pengunjung dan turis. Apakah Anda pernah mengunjungi Jembatan Ampera?

5. Jalan Asia Afrika, Bandung

Daftar kelima ada jalan terkenal di Bandung bernama Jalan Asia Afrika Bandung. Penduduk lokal sering bercanda bahwa jalan ini paling panjang di dunia, karena menempuh benua Asia dan Afrika. Tapi ini hanya bercanda ya. Nah, di jalan ini terjadi momen penting dalam sejarah kota Bandung, karena Konferensi Asia Afrika diselenggarakan di jalan ini. 

Pada gambar terlihat perbedaan yang signifikan pada saat dulu dan sekarang. Pada foto masa lalu, terlihat jalanan masih belum beraspal, bangunan-bangunan yang ada masih klasik, dan kendaraan roda empat belum terlihat. Sedangkan pada foto masa kini, kelihatan serba modern.

6. Pura Ulun Danu, Bali

Apakah Anda pernah melihat gambar pura di uang pecahan 50 ribu Rupiah? Ya, itu adalah Candi Ulun Danu di Bali. Pada gambar terlihat perbedaan yang tidak begitu signifikan. Hanya saja hiasan-hiasan di tembok yang mengelilingi pura dihiasi lebih banyak bunga ketimbang foto masa lalunya. Namun arsitektur eksterior bangunannya masih tetap terjaga keotentikannya dari dulu hingga sekarang. 

Pura Ulun Danu merupakan candi air besar di Bali, yang berada di tepi barat laut Danau Bratan di daerah Bedugul. Danau Bratan merupakan salah satu danau yang berperan penting dalam irigasi sawah untuk wilayah sekitarnya. Danau ini beriklim sangat dingin. Apakah Anda pernah mengunjungi Pura Ulun Danu?

7. Tugu Pal Putih

Di daftar terakhir ada Tugu Pal Putih atau lebih dikenal dengan nama Tugu Jogja. Tugu ini terletak di kota Yogyakarta dan menjadi salah satu destinasi wisata menarik bagi para turis dan wisatawan karena instagramable dan menarik buat foto-foto bersama. Tugu Yogyakarta menjadi ikon kota dan dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono pada tahun 1755 setelah pembangunan Keraton Yogyakarta selesai. Tugu ini dibangun sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi. 

Namun 100 tahun kemudian, tugu ini sempat runtuh karena gempa hebat yang melanda Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1889, tugu ini diperbaiki di bawah pengawasan Patih Dalem Kanjeng Raden Adipati Danurejo V. Pada foto lumayan terlihat perbedaannya saat dulu dan sekarang. Pada zaman dulu, Tugu Jogja terlihat lebih ramping dan runcing. Sedangkan pada zaman sekarang, tugu terlihat lebih pendek dan gemuk. Apa Anda juga bisa melihat perbedaannya?

Nah, itulah 7 transformasi Indonesia dulu dan sekarang. Menurut Anda, transformasi mana yang paling membuat pangling? Beri tahu kami di kolom komentar, ya!

Loading...