Site stats Anies Baswedan Membuat Prabowo ‘Menangis’ Saat Debat Capres?  – Brain Berries

Anies Baswedan Membuat Prabowo ‘Menangis’ Saat Debat Capres? 

Advertisements

Anies Baswedan menjadi sorotan publik Indonesia lantaran menjadi calon presiden Republik Indonesia, bersama Muhaimin Iskandar sebagai wakilnya. Baru-baru ini, Anies Baswedan dikabarkan membuat Prabowo, Menteri Pertahanan Indonesia periode ini terlihat sedih saat debat capres ketiga! Nah, kali ini kami akan membahas seputar fakta-fakta menarik tentang Anies Baswedan. Kira-kira ada fakta apa saja ya? Langsung scroll ke bawah!

1. Cucu Diplomat Terkenal

Anies Rasyid Baswedan merupakan seorang politisi, akademisi, dan aktivis Indonesia yang lahir di Kuningan, Jawa Barat pada 7 Mei 1969. Dia merupakan cucu dari Abdurrahman Baswedan, seorang diplomat yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Muda Penerangan RI sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia. 

Abdurrahman Baswedan atau akrab dipanggil AR Baswedan merupakan salah satu pendiri organisasi Jong Islamieten Bond (JIB) dan Sarekat Islam (SI). Dia juga menjadi salah satu jurnalis yang aktif menulis di berbagai media massa untuk menyuarakan perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

AR Baswedan merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia dan diplomat yang gigih memperjuangkan pengakuan de jure dan de facto eksistensi Republik Indonesia di dunia internasional. Dia juga merupakan jurnalis yang aktif menyuarakan perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

2. Menempuh Pendidikan Di Luar Negeri

Anies Baswedan menempuh pendidikan formal di SD Laboratori Yogyakarta pada tahun 1976. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 5 Yogyakarta dan SMA Negeri 2 Yogyakarta. Setelah itu, Anies berhasil lulus sebagai Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada 1995. 

Tidak cukup sampai di situ saja, ternyata Anies Baswedan juga menempuh pendidikan Master dan Doktor di luar negeri lho! Dia berhasil mendapatkan gelar Master of Public Management dari Maryland University dan Ph.D. Ilmu Politik dari Northern Illinois University.

3. Pernah Diberhentikan dari Jabatan Menteri

Anies Baswedan pernah diberhentikan dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Juli 2016. Belum ada pernyataan resmi mengapa Anies Baswedan diberhentikan dari jabatan tersebut, namun ada beberapa dugaan kuat dari pengamat politik dan publik. Kira-kira apa saja dugaan tersebut?

Yang pertama, Anies Baswedan diduga tidak sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo saat itu, pasalnya Anies sering melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Dugaan kedua, Anies Baswedan diduga tidak mampu menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia

4. Menjadi Gubernur DKI Jakarta

Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama 1 periode, dari tahun 2017 sampai 2022. Selama menjabat, Anies Baswedan telah membuat berbagai program dan kebijakan, namun tidak semuanya berjalan mulus dan tidak luput dari kritikan netizen serta pengamat politik.

Beberapa contoh kebijakan Anies Baswedan yang kontroversial dan mengundang kritik yaitu kebijakan reklamasi Teluk Jakarta. Kebijakan itu digagas pada tahun 1995 saat masa kepemimpinan Soeharto dan dirancang untuk mengembangkan kawasan pesisir Jakarta dengan membangun pulau-pulau buatan di Teluk Jakarta. Kebijakan itu menuai kritik karena dianggap dapat merusak lingkungan dan merugikan masyarakat pesisir. 

Saat masa jabatannya, Anies berhasil menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta dan mencabut izin reklamasi beberapa pulau. Keputusan itu disambut baik oleh aktivis lingkungan dan nelayan, namun disambut buruk oleh investor dan beberapa oknum lainnya yang mendukung adanya reklamasi ini.

Selain itu, beberapa kebijakan Anies Baswedan yang kontroversial adalah tentang Formula E yang menghabiskan dana sekitar 5,1 triliun rupiah yang dianggap terlalu mahal dan tidak bermanfaat bagi masyarakat. Dia juga dianggap kurang berhasil mengatasi sampah di Jakarta karena berbagai kebijakannya tidak menunjukkan hasil yang signifikan. 

5. Membuat Prabowo ‘Menangis’

Pada debat calon presiden ketiga yang digelar pada 7 Januari 2024 lalu, Anies Baswedan memberikan penilaian terhadap kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Mirisnya, Anies Baswedan memberikan penilaian rendah, yaitu 11 dari 100. Penilaian Anies itu pun menuai kontroversi, pasalnya Anies menilai kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan tidak memuaskan. 

Menurut Anies Baswedan, ada beberapa faktor yang membuatnya memberi nilai buruk. Yang pertama karena kebijakan Prabowo dinilai kurang baik, seperti perencanaan belanja alutsista yang kurang mencerminkan kebutuhan masa depan. Anis juga menyinggung tidak tercapainya solusi atas masalah kesejahteraan di masa jabatan Prabowo yang ke-empat tahun sebagai Menteri Pertahanan.

Prabowo tidak memberikan tanggapan langsung terhadap penilaian Anies Baswedan. Namun dalam beberapa kesempatan, Prabowo terlihat sedih dan kecewa, hal itu terlihat dari ekspresi wajah Prabowo dan nada bicara. Netizen pun terbagi menjadi golongan pro dan kontra, ada yang setuju dengan pernyataan Anies, dan ada juga yang menganggap pernyataan Anies tidak mendasar dan tidak benar.