6 Permainan Tradisional Indonesia yang Seru Dimainkan Hingga Sekarang

Advertisements

Masa kecil adalah masa yang penuh dengan kebahagiaan dan permainan tradisional yang menyenangkan. Jika masa kecil Anda diwarnai dengan bermain gundu, dakon, dan lainnya bersama teman sebaya, maka masa kecil Anda terasa lengkap ya. Untuk mengenang masa kecil, kami akan sajikan 6 permainan tradisional Indonesia yang seru untuk dimainkan hingga sekarang. Apa saja yang ada di dalam list? Langsung saja simak selengkapnya di bawah ini.

1. Rangku Alu

Permainan pertama berasal dari Nusa Tenggara Timur bernama rangku alu. Awalnya penduduk Manggarai mempopulerkan permainan ini sebagai perayaan panen di pertanian dan perkebunan. Di saat orang dewasa memanen buah dan sayur, para remaja menyemangati mereka dengan bermain rangku alu sambil bernyanyi riang.

Rangku alu sangat bagus untuk melatih konsentrasi dan kecepatan berpikir anak-anak. Cara mainnya sangat mudah, sediakan 4 bambu dan buat 2 kelompok, kelompok bermain sekitar 4 anak dan kelompok berjaga sekitar 4 hingga 6 anak. Setelah itu, kelompok berjaga harus menggerakkan bambu buka-tutup sesuai dengan irama lagu. Kelompok yang bermain harus melompat melewati bambu-bambu saat terbuka.

2. Gundu

Gundu atau kelereng adalah permainan yang seru dan biasanya dimainkan oleh anak laki-laki, karena mengoleksi gundu merupakan suatu hal yang menakjubkan! Apalagi jika menemukan kelereng atau gundu yang super langka atau besar.

Biasanya, para pemain membuat lubang di tanah agar kelereng atau gundunya bisa masuk di lubang itu. Jadi siapa yang lebih dulu menggeser gundu lawan ke lubang itu, dialah yang menang. Atau ada peraturan juga jika gundu saling bertabrakan, maka yang menabrak akan mendapatkan kelereng lawan. Peraturannya berbeda-beda, tergantung wilayah Anda tinggal.

3. Dakon

Permainan ketiga pada daftar 6 permainan tradisional Indonesia adalah dakon. Jika Anda tidak familiar dengan nama dakon, mungkin Anda pernah dengar nama congklak? Ya, dakon dan congklak adalah permainan tradisional yang sama.

Dakon biasanya dimainkan oleh 2 orang saja. Namun jika ingin main bareng, maka biasanya yang kalah digantikan dengan pemain baru. Cara bermainnya cukup mudah, yaitu Anda harus menyiapkan papan dakon, lengkap dengan biji-bijian dakon berjumlah 98 biji. Jika peralatan sudah siap, saatnya bermain!

Isi 12 lubang (selain 2 lubang paling besar) pada papan dakon dengan 7 biji dakon di setiap lubangnya. Kemudian Anda harus menentukan siapa duluan yang jalan dengan suit atau hompimpa. Lalu Anda pilih lubang yang ingin dijalankan, taruh biji yang ada di lubang itu ke setiap lubang. Bila berhenti di lubang milik Anda, maka Anda bisa lanjut mengirim biji-bijian ke masing-masing lubang. Jika biji dakon berhenti di lubang milik Anda yang lagi kosong, maka Anda bisa menyabet seluruh biji di lubang lawan. Masukkan seluruh biji di salah satu lubang paling besar. Seru banget deh pokoknya!

4. Benteng-Bentengan

Mungkin saat ini permainan ini telah menjadi salah satu mata pelajaran Penjaskes di Sekolah Dasar (SD). Permainan benteng-bentengan biasanya dimainkan secara berkelompok dengan peraturan yang sangat tradisional.

Ada 2 tim yang harus saling menyerang markas. Ada yang harus menjaga markas, dan ada yang harus menyerang. Permainan akan berakhir jika ada salah satu anggota menyentuh markas lawan dan mengatakan benteng! Selain itu juga ada penjara berisikan beberapa anak yang tersentuh tim lawan. Selain menyenangkan, permainan ini cocok untuk membakar energi dan sangat disarankan untuk mata pelajaran olahraga!

5. Layangan

Di Indonesia, adu layangan atau layang-layang sepertinya adalah permainan yang paling populer di kalangan anak laki-laki. Saking serunya, sampai ada perlombaan nasional yang dilakukan oleh remaja dan pria dewasa. Wajar saja, permainan ini sangat populer dari Sabang sampai Merauke.

Layangan pada umumnya terbuat dari kertas dan kerangka bambu berbentuk persegi empat dan dikaitkan dengan benang nilon. Namun tidak jarang juga kita jumpai bentuk yang bermacam-macam seperti naga, kapal, bahkan burung hantu. Di Sulawesi juga sering ditemukan layangan yang terbuat dari daun dan kerangka bambu rotan.

6. Egrang

Saat acara kemerdekaan RI, apakah Anda pernah menemui perlombaan menggunakan bambu panjang yang digunakan di kaki? Ya, itu adalah permainan egrang. Permainan ini sudah ditemukan sejak penjajahan Belanda, dan kemungkinan terinspirasi dari budaya China. Arti egrang sendiri adalah terompah pancung dari bambu bulat panjang. Sebenarnya setiap daerah punya cara masing-masing untuk menyebut egrang, ada yang bernama batungkau, jangkungan, ingkau, atau tengkak-tengkak.

Egrang adalah permainan yang cukup melelahkan. Bagaimana tidak, Anda harus berdiri di atas bambu panjang dengan keseimbangan penuh, dan berjalan hingga garis finish. Namun permainan ini sangat seru lho untuk dimainkan bersama teman atau keluarga. Orang dewasa dan remaja juga suka menikmati keseruan permainan tradisional ini.



Loading...