6 Facts about Wayang Kulit

Advertisements

Kita sebagai warga Indonesia rasanya patut berbangga karena punya banyak banget kesenian dan warisan budaya yang otentik dan unik, serta tiada duanya. Kebanyakan warisan budaya ini muncul saat Indonesia masih disebut Nusantara, seperti angklung, batik, reog ponorogo, wayang golek, dan wayang kulit. Nah, kali ini kami ingin membahas 6 fakta tentang wayang kulit yang menarik untuk diketahui. Mulai penasaran? Kalau begitu, yuk cek daftar pertamanya di bawah ini!

1. Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Mahakarya Dunia

Tepat pada tanggal 7 November 2003, sepertinya menjadi salah satu hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia.Pada hari itu, salah satu kesenian kebanggaan Indonesia yaitu wayang kulit akhirnya menjadi pusat perhatian dunia dan ditetapkan sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity,atau Warisan Mahakarya Dunia yang tak Ternilai dalam Seni Bertutur oleh UNESCO

Pemerintah sendiri menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang, dengan tujuan agar generasi muda dapat mengetahui pentingnya nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam kesenian wayang. Hingga saat ini, masih banyak yang mementaskan dan mengapresiasi seni pewayangan sebagai rasa bangga akan tradisi dan budaya Indonesia yang unik dan otentik serta telah diakui dunia. Apakah Anda pernah melihat pentas wayang kulit? Jangan takut, masih banyak dalang yang konsisten menampilkan kesenian tradisional ini.

2. Proses Pembuatan Wayang Kulit Unik dan Rumit

Proses pembuatan wayang kulit terbilang unik dan cukup rumit. Memangnya, bagaimana cara membuat wayang kulit? Ada beberapa langkah penting dalam pembuatan wayang kulit, mulai dari memilih kulit kerbau berkualitas, memotong, membuat pola, menatah, hingga mengecat.

Proses yang unik, rumit dan membutuhkan ketelitian adalah penatahan. Karena perajin harus mengukir pola wayang menggunakan tatah, sehingga menghasilkan ukiran warna putih. Pada umumnya, proses penatahan membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Bahkan bisa sampai lebih dari seminggu untuk jenis wayang yang berukuran besar seperti Gunungan dan Werkudara. Karena kesulitan dalam proses pengerjaannya, maka wajar saja jika wayang kulit bisa dijual dengan harga sekitar 300 ribu sampai 1,5 juta Rupiah.

3. Bukti Konkret Tentang Keberadaan Wayang Kulit Sejak Tahun 930 M

Wayang kulit merupakan warisan budaya yang telah ada sejak dahulu kala. Tepatnya, sejak kapan? Ada beberapa peneliti yang berpendapat bahwa wayang kulit telah ada sejak 1.500 tahun sebelum Masehi yang dibuat oleh para nenek moyang orang Jawa. Wayang kulit versi leluhur memiliki bentuk yang sederhana dan digunakan dalam ritual adat-adat Jawa. Namun belum ada bukti konkret yang menguatkan pendapat ini.

Sedangkan berdasarkan penemuan-penemuan berupa catatan pada prasasti-prasasti, diperkirakan wayang kulit berasal dari tahun 930 Masehi. Catatan itu mendeskripsikan tentang pertunjukan wayang kulit yang dilakukan oleh seorang dalang. Sejak saat itu, pewayangan semakin berkembang dan dijadikan sebagai media penyebaran agama tertentu di Indonesia, yang masa itu masih bernama Nusantara.

4. Terdapat Banyak Jenis Wayang kulit

Anda sempat mengira jika wayang kulit hanya terdiri dari 1 jenis saja? Eits, faktanya, ada banyak jenis wayang kulit di Indonesia. Beberapa yang paling terkenal ialah Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta, Wayang Kulit Gagrag Banyumasan, dan Wayang Kulit Gagrag Jawa Timuran, Wayang Kulit Banjar, dan Wayang Kulit Cirebon.

Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta memiliki tokoh khas seperti Antasena, Wisanggeni, dan Punokawan. Selain itu, secara morfologi memiliki ciri-ciri bentuk, tatahan, dan pewarnaan yang unik dan khas. Beberapa dalang terkenal dari wayang jenis ini adalah Ki Timbul Hadiprayitno, Ki Hadi Sugito, dan Ki Suparman. Tentu saja, setiap jenis wayang kulit memiliki ciri khasnya masing-masing.

5. Punya Banyak Cerita Menarik

Dalam setiap pementasan wayang kulit, biasanya dikisahkan cerita-cerita yang menarik untuk disimak penontonnya. Mulanya, cerita-cerita itu diadaptasi dari konflik perebutan kekuasaan dalam keluarga keturunan Raja Bharata di Kerajaan Astina, dari legenda Mahabharata yang berasal dari India. Kisah itu semakin berkembang seiring populernya pentas wayang kulit, dan disesuaikan dengan kebudayaan setempat.

Beberapa cerita wayang yang menarik dan terkenal adalah Mahabrata dan Ramayana, Leluhur Pandawa, Pandawa Main Dadu, Srikandi Belajar Memanah, Gatotkaca Lahir, dan Parikesit. Bahkan beberapa cerita dari wayang kulit diangkat menjadi novel seperti Arjuna Wiwahahaha karya Noorca M. Massardi, dan Perang karya Putu Wijaya.

6. Selalu Ada Dalang dan Sinden

Seni wayang kulit tampaknya memiliki kemiripan dengan pewayangan lainnya seperti wayang golek, yaitu tidak akan lepas dari dalang dan sinden, serta alat musik tradisional yang mengiringi jalannya pementasan. Biasanya, dalang akan menjadi pemain dari wayang kulit dan narator dari dialog tokoh-tokoh pewayangan. Sehingga intonasi dan gaya bicara dalang biasanya memiliki daya tarik tersendiri agar penonton terhipnotis dengan jalannya pementasan.

Sementara itu, nyanyian tembang sinden dan iringan musik gamelan yang dimainkan sekelompok Nayaga membuat suasana menjadi semakin menarik. Beberapa dalang legendaris di Indonesia adalah Ki Nartosabdo, Ki Manteb Soedharsono, dan Ki Seno Nugroho.

Anda pernah menonton pementasan wayang kulit? Tahukah Anda siapa dalang di balik keseruan pentas yang Anda saksikan? Jika masih ingat, jangan ragu berbagi dengan kami di kolom komentar, ya! Semoga hari-hari Anda menyenangkan dan tetaplah menjaga protokol kesehatan!



Loading...