Bayangkan berlibur ke kota yang pernah terkubur abu vulkanik selama ribuan tahun, menjelajahi penjara paling angker di dunia, atau bahkan melangkah ke zona radioaktif yang belum bisa dihuni hingga 3.000 tahun ke depan. Kedengarannya gila? Tapi justru itulah yang dilakukan jutaan wisatawan!
Tren wisata ini dikenal dengan istilah dark tourism atau wisata kelam, yaitu aktivitas mengunjungi tempat-tempat yang pernah menjadi lokasi peristiwa tragis dalam sejarah. Uniknya, jumlah peminatnya terus meningkat setiap tahun, terutama di kalangan generasi milenial.
Kali ini, kami akan membahas 6 tempat bencana yang justru paling populer dikunjungi wisatawan. Simak daftar pertamanya di bawah ini.
1. Pompeii
Kota Pompeii di Italia terkubur abu vulkanik saat Gunung Vesuvius meletus pada tahun 79 Masehi. Kota Romawi kuno ini kemudian membeku dalam waktu, melestarikan ribuan jasad manusia beserta seluruh isinya secara utuh selama hampir dua milenium.
Begitu situs ini ditemukan kembali oleh para arkeolog pada abad ke-18, Pompeii langsung menjadi magnet bagi wisatawan. Pompeii kini menerima lebih dari 3,5 juta wisatawan setiap tahunnya, menjadikannya salah satu destinasi dark tourism tersibuk di dunia.
Wisatawan bisa melihat langsung jasad manusia yang menjadi korban letusan, lengkap dengan ekspresi ketakutan dan kepasrahan yang begitu nyata. Sungguh pemandangan yang tidak akan terlupakan seumur hidup!

2. Chernobyl
Tidak ada yang lebih mencekam daripada sebuah kota yang ditinggalkan dalam hitungan jam. Itulah Pripyat, kota yang dibangun untuk menampung lebih dari 49.000 pekerja dan keluarga mereka di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, Ukraina. Pada 26 April 1986, reaktor tersebut meledak dan kemudian mengirimkan gelombang radioaktif beracun ke seluruh penjuru kawasan.
Kini, Pripyat benar-benar menjadi kota hantu. Bangunan sekolah, taman bermain, dan apartemen terbengkalai begitu saja, seolah penghuninya pergi dalam hitungan menit tanpa sempat membawa apa pun. Alam perlahan merebut kembali kawasan itu. Rusa, serigala, dan babi hutan kini bebas berkeliaran di jalanan yang dulu ramai.
Sejak serial HBO “Chernobyl” tayang pada 2019, jumlah kunjungan wisata melonjak drastis hingga 35 persen lebih tinggi dari sebelumnya. Pada tahun itu, sekitar 104.000 wisatawan mengunjungi kawasan tersebut. Wisatawan yang datang wajib didampingi pemandu berlisensi dan dilarang makan atau merokok di luar ruangan demi keselamatan. Selain itu, setiap pengunjung dipantau menggunakan dosimeter khusus untuk mengukur paparan radiasi selama mengunjungi lokasi tersebut!

3. Alcatraz
Berdiri di sebuah pulau terpencil di Teluk San Francisco, Alcatraz pernah menjadi penjara federal paling ketat dan paling ditakuti di Amerika Serikat. Selama 29 tahun beroperasi, penjara ini menjadi rumah tahanan bagi para kriminal paling berbahaya, termasuk gembong mafia terkenal Al Capone dan Machine Gun Kelly.
Salah satu bentuk penyiksaan psikologis paling kejam di Alcatraz adalah pemandangan dari balik jeruji besi. Para tahanan bisa melihat dengan jelas kehidupan kota San Francisco yang terus bergerak normal di seberang teluk, sementara mereka terkurung tanpa kebebasan.
Kini, Alcatraz telah bertransformasi menjadi taman nasional dan museum. Setiap tahun, lebih dari 1,3 juta wisatawan menyeberang dengan feri untuk menjelajahi sel-sel penjara, ruang isolasi, dan aula makan yang masih terawat hampir persis seperti dulu. Tidak heran kalau Alcatraz dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di seluruh San Francisco.

4. Auschwitz-Birkenau
Jika ada satu tempat di dunia yang paling sering disebut sebagai puncak dari semua dark tourism, maka itu adalah kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau di Polandia. Di tempat inilah rezim Nazi yang dibentuk oleh Adolf Hitler mengeksekusi lebih dari 1,1 juta manusia, yang sebagian besar berasal dari komunitas Yahudi, pada masa Perang Dunia II. Jasad dan harta benda korban dipajang hingga hari ini sebagai bukti kejahatan yang tidak boleh terlupakan.
Auschwitz kini menjadi Warisan Dunia UNESCO dan dikunjungi oleh sekitar 2 juta wisatawan setiap tahunnya. Pengunjung bisa melihat barak-barak penjara yang masih terawat, kamar gas, dan ribuan barang milik korban, seperti koper, sepatu, dan kacamata, yang terkumpul dalam tumpukan raksasa.

5. Memorial 9/11
Serangan teroris 11 September 2001 bukan hanya menghancurkan dua gedung pencakar langit. Peristiwa itu menewaskan 2.977 jiwa dan mengubah sejarah dunia secara permanen. Lokasi bekas Twin Towers di pusat kota Manhattan kini berdiri sebagai memorial dan museum yang dikunjungi oleh jutaan orang dari seluruh penjuru dunia.
Dua kolam refleksi raksasa kini menggantikan posisi menara kembar yang dulu menjulang. Di setiap sisi kolam, nama seluruh korban diukir pada panel perunggu, menjadi tempat ziarah yang penuh dengan duka dan penghormatan. Sejak dibuka pada tahun 2014, museum ini sudah dikunjungi oleh lebih dari 4,1 juta orang hingga saat ini.

6. Killing Fields dan Tuol Sleng
Di sisi lain belahan Bumi, ada tempat yang bahkan lebih menyeramkan lagi. Killing Fields atau Ladang Pembunuhan di Kamboja adalah lokasi pembantaian massal yang dilakukan rezim Khmer Merah pada akhir 1970-an. Lebih dari 20.000 jasad ditemukan di kebun bekas lahan pertanian yang kini menjadi situs memorial. Sebuah stupa kaca berisi sekitar 5.000 tengkorak manusia berdiri sebagai monumen yang paling langsung mengingatkan kita pada kekejaman tersebut.
Tidak jauh dari sana, Tuol Sleng Genocide Museum berdiri di bangunan yang dulunya merupakan penjara dan pusat penyiksaan. Wisatawan yang berkunjung bisa menjelajahi ruang interogasi, zona eksekusi, dan sel sempit yang pernah menjadi tempat penderitaan ribuan orang. Pengalaman mengunjungi dua tempat ini dalam satu hari dipastikan akan membekas sangat lama dalam memori setiap wisatawan yang datang.

Dari Pompeii hingga Killing Fields, satu hal yang pasti: tempat-tempat ini tidak pernah gagal mengingatkan kita tentang betapa berharganya perdamaian dan kehidupan yang kita miliki sekarang. Menurut Anda, destinasi wisata paling menarik mana yang ingin Anda datangi? Beri tahu kami di kolom komentar.
