Kematian Putri Diana akibat kecelakaan mobil pada 1997 silam menimbulkan berbagai teori konspirasi. Pasalnya, Putri Diana merupakan anggota kerajaan yang hangat dan mudah dicintai oleh siapa pun yang mengenalnya, sehingga diduga ada oknum yang membenci dan berusaha menghilangkan nyawanya.
Selain itu, banyak orang yang curiga dengan kematian Putri Diana yang terasa sangat janggal. Banyak juga yang mempertanyakan apakah ada sesuatu yang disembunyikan di balik peristiwa tragis itu. Alhasil, banyak teori konspirasi bermunculan dan terus diperbincangkan hingga hari ini. Penasaran apa saja teorinya? Yuk, kita bahas satu per satu.
1. Kronologi Kematian Putri Diana
Sebelum kita membahas teori konspirasi yang sempat menghebohkan publik, kita bahas dulu kronologi kematian sang putri, ya! Seperti apa kronologinya?
Pada 30 Agustus 1997, Putri Diana dan Dodi Fayed makan malam di Hotel Ritz Paris. Kemudian, pada dini hari, keduanya meninggalkan hotel menuju apartemen Dodi, namun paparazi terus mengejar mereka. Selang beberapa menit kemudian, mobil Mercedes S-280 menabrak pilar terowongan Pont de l’Alma.
Dodi Fayed dan sopir tewas di tempat kejadian, sedangkan Putri Diana mengalami gegar otak, patah lengan, patah paha, serta luka di bagian dada. Setelah dua jam operasi, nyawa Putri Diana tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada 31 Agustus 1997 dalam usia 36 tahun.

2. Diduga Melibatkan SAS
Dalam daftar teori pertama, ada teori konspirasi yang cukup menggemparkan. Pasalnya, SAS atau Special Air Service, unit pasukan elite Inggris yang sangat ditakuti, diduga terlibat dalam kematian Putri Diana. Kok bisa, sih?
Teori ini mencuat setelah seorang wanita yang dikenal sebagai “Sarah” mengklaim bahwa mantan suaminya, seorang penembak jitu dengan nama sandi “Soldier N”, terlibat dalam kematian Putri Diana.
Menurut pengakuannya, seorang tentara SAS menggunakan kilatan cahaya terang untuk membutakan sopir mobil Putri Diana tepat saat memasuki terowongan Pont de l’Alma, sehingga menyebabkan kecelakaan maut tersebut.
Namun, investigasi resmi menyimpulkan bahwa sopir sudah kehilangan kendali sebelum mobil masuk terowongan. Jadi, teori SAS ini tampaknya hanyalah konspirasi. Tetapi para penganut teori konspirasi ini menganggap pernyataan resmi pemerintah sudah direkayasa.

3. Keluarga Kerajaan Diduga Jadi Dalangnya
Teori ini boleh jadi yang paling terkenal di antara semuanya, karena berawal dari ucapan Putri Diana sendiri. Mantan pelayannya, Paul Burrell, mengungkap sebuah surat yang ditulis Putri Diana. Apa isi suratnya?
Di dalam surat itu, sang putri mengklaim bahwa suaminya sedang merencanakan sebuah kecelakaan yang melibatkan mobilnya. Tujuannya adalah untuk membuka jalan bagi Pangeran Charles agar bisa menikahi Tiggy Legge-Bourke, wanita yang dekat dengan Pangeran William dan Harry.
Namun, teori ini terbantahkan. Pasalnya, tim investigasi tidak menemukan bukti bahwa Pangeran Charles mengetahui keberadaan surat tersebut, apalagi merencanakannya. Parahnya lagi, Burrell sendiri belakangan mengakui bahwa ada beberapa elemen menyesatkan dalam kesaksiannya. Meski begitu, banyak orang masih mempercayai teori ini hingga sekarang, lho!

4. CIA Terlibat Dalam Operasi Internasional
Teori konspirasi berikutnya menyeret nama CIA alias Central Intelligence Agency. Pendukung teori ini percaya bahwa kematian Putri Diana bukan sekadar urusan keluarga kerajaan, melainkan operasi internasional. Pasalnya, teori ini menduga bahwa otoritas Inggris bekerja sama dengan CIA untuk merekayasa kecelakaan di Paris.
Mohamed Al Fayed, ayah Dodi Fayed yang juga tewas dalam kecelakaan yang sama, sempat meminta bantuan kepala keamanan Harrods, John Macnamara. Namun, tidak ada satu pun bukti konkret yang berhasil ditemukan.
CIA sendiri menampik semua tuduhan tersebut dan investigasi resmi menyimpulkan tidak ada tanda-tanda kerja sama antara intelijen Amerika Serikat dan Inggris dalam kasus ini. Namun, sekali lagi, penganut teori ini percaya bahwa hasil investigasi sudah direkayasa.

5. Pangeran Philip Dituduh
Mohamed Al Fayed merupakan sosok yang lantang menuduh Pangeran Philip dalam kematian anaknya dan Putri Diana. Ayah Dodi ini secara terang-terangan menyatakan bahwa Putri Diana saat itu sedang hamil dan berencana menikah dengan putranya.
Mohamed kemudian menuding Pangeran Philip sebagai dalang di balik semua ini. Alasannya, Philip diduga keras menentang gagasan seorang Muslim keturunan Mesir menjadi figur ayah tiri bagi Pangeran William dan Pangeran Harry.
Tudingan Mohamed tentu saja membutuhkan bukti yang kuat. Sayangnya, persidangan resmi tahun 2008 tidak menemukan satu pun bukti yang mendukung teori ini. Namun, tampaknya Mohamed tetap percaya bahwa Pangeran Philip terlibat dalam kecelakaan Putri Diana.

6. Paparazi Jadi Penyebab Kecelakaan
Teori konspirasi kelima adalah bahwa paparazi menjadi penyebab kecelakaan. Pasalnya, paparazi memang terus mengikuti Putri Diana pada malam terakhirnya. Mereka mengikuti Putri Diana ke mana-mana selama bertahun-tahun demi mendapatkan foto eksklusif bernilai miliaran rupiah.
Karena itulah, beberapa orang mulai mengklaim bahwa paparazi bukan hanya mengganggu, melainkan juga menjadi penyebab kecelakaan Putri Diana. Mengingat betapa agresifnya industri media massa dalam memburu Putri Diana, teori ini memang terdengar masuk akal.
Namun, teori konspirasi ini tetap terbantahkan. Pasalnya, hasil investigasi resmi menyimpulkan bahwa paparazi tidak bertanggung jawab atas kecelakaan Putri Diana. Namun, masih banyak penggemar Putri Diana yang percaya bahwa paparazi menjadi penyebab kecelakaan sang putri.

Sudah hampir tiga dekade berlalu sejak kepergian Putri Diana, namun teori konspirasi tetap hidup di benak penggemarnya. Mungkin karena sosok Putri Diana begitu dicintai sehingga dunia tidak rela menilai kematiannya sebagai sebuah kecelakaan biasa. Atau mungkin memang ada sesuatu yang belum sepenuhnya terungkap.
