Wilford Si Bocah Gemuk Yang Akan Memikat Hati Anda

Advertisements

Angkatlah tangan jika anda pernah mengatakan lelucon ” Saya harap saya dapat menjadi seekor kucing, karena saya dapat memakan apa pun yang saya mau dan semakin saya gemuk, semakin manis lah saya di mata orang-orang. Ya, mungkin di kehidupan selanjutnya itu akan terjadi.” Bukanlah rahasia lagi jika orang menyukai kucing gemuk, sebuah syarat utama kelucuan mereka. Tapi harus disampaikan juga bahwa kelebihan berat tidaklah baik untuk semua binatang dan kondisi kegemukan sebenarnya adalah tekanan terbesar untuk kesehatan mereka, seperti halnya pada manusia. Hari ini, atas nama bocah-bocah gemuk, kita akan berbagai kisah Wilford dengan anda.

Wilford adalah seekor kucing besar dengan kepribadian yang besar. Sangat disayangkan, pengasuh Wilford tak dapat lagi memperhatikan hidupnya dan dia terpaksa tinggal di penampungan. Ketika baru datang di sana beratnya 13,6 kilogram, bulunya tidak terawat, badannya kotor, dia ketakutan dan sangat bingung. Perubahan apa pun akan menimbulkan tekanan pada seekor kucing, tapi ditinggalkan sendirian tanpa rumah dan pengasuh di sebuah penampungan kucing dan anjing pastilah sangat sukar baginya. 

Untungnya, Jen dan Ian dari Pokey Pot Pie mau mengasuhnya dan membawa Wilford bersama mereka. Jen dan Ian adalah veteran dalam hal pengasuhan kucing, mereka telah melakukannya selama bertahun-tahun dan mereka mempertahankan tingkat keberhasilan 95% dalam menemukan rumah untuk anak-anak kucing yang mereka asuh. Dan jika anda membayangkan apa yang terjadi pada 5% lainnya – jangan khawatir, mereka tetap menemukan rumah. Mereka akan tinggal bersama Jen dan Ian. 

Tapi kembali ke Wilford, saat dia tiba di Pokey Pot Pie, dia dalam kondisi sangat tertekan. Terlepas dari fakta dia adalah seekor kucing jantan yang biasanya sangat senang makan – Wilford menolak makanan pada minggu-minggu pertama berada di sana. Merupakan hal yang biasa bagi kucing untuk berhenti makan saat tertekan dan saat anda mengira itu mungkin hal yang baik untuk Wilford – berpikirlah kembali. Kehilangan berat terlalu cepat dan berada dalam tekanan berkepanjangan tentulah buruk bagi kesehatannya. 

Jen dan Ian harus membawanya ke dokter hewan beberapa kali pada minggu-minggu pertama, hanya untuk memungkinkan dokter hewan menentukan cara untuk mengurangi tekanan Wilford dan agar ia lebih tertarik ke makanan. Mereka mencoba obat anti-mual, stimulan nafsu makan, mereka mencoba 15 jenis makanan kucing yang berbeda, sampai mereka berhasil membuatnya mau makan. Saat berada di dokter hewan, mereka juga memeriksa semua hasil tes darah Wilford dan bahkan melakukan pemeriksaan x-ray untuk menemukan jika ada masalah lain padanya, selain kegemukan yang nyata. 

Ternyata Wilford juga memiliki asma dan pada waktu itu dia memiliki sedikit masalah saluran pernafasan atas. Mereka memberikannya perawatan untuk infeksi dan Wilford harus menggunakan “inhaler” dua kali sehari untuk menyembuhkan asmanya.  Variasi gerakannya juga sedikit, yang disebabkan kelebihan berat dan dia benar-benar tak dapat merawat diri sendiri, jadi mereka memandikan Wilford berkali-kali dalam satu minggu untuk membuatnya tetap bersih. Bulunya juga harus dicukur sedikit karena terlalu kusut untuk dapat disikat. 

Sekarang Wilford telah kelihatan jauh lebih baik. Dia menyantap makanan berdasarkan diet, beratnya terus turun (sekarang 12,7 kilogram). Dia menjadi jauh lebih tenang dan nyaman di rumah dan dalam interaksinya dengan kucing lain. Dia bahkan menunjukkan sisi periangnya. Dia senang bermain dengan mainan bulu dan akan menggunakan tangga ketika tiba waktunya untuk makan. Jen dan Ian sedang mencarikan sebuah rumah tetap untuknya dan sedang mewawancarai pengasuh-pengasuh potensial untuk Wilford, tapi proses ini tidaklah mudah. Wilford membutuhkan banyak perawatan dan juga banyak perhatian. Dia harus mendapatkan pengobatannya setiap hari, membutuhkan olahraga dan harus menjaga penurunan beratnya tetap bertahap, jika tidak akan berbahaya untuk livernya. Kami berharap Wilford segera mendapat sebuah rumah tetap dan sementara itu itu anda dapat mengikuti petualangannya di Instagram.



Loading...