≡ Perang Dunia 3: Akankah Terjadi Dan Negara Mana Yang Terlibat? ➤ Brain Berries

Perang Dunia 3: Akankah Terjadi Dan Negara Mana Yang Terlibat?

Advertisements

Saat ini tengah terjadi invasi militer Rusia ke Ukraina sejak tanggal 24 Februari 2022 silam. Hal itu terjadi ketika presiden Rusia, Vladimir Putin mendeklarasikan dalam pidato bahwa akan mengadakan operasi militer khusus di Ukraina. Beberapa saat setelah pidato berakhir, terdengar ledakan keras di Kramatorsk, Ukraina. Saat ini diperkirakan ada lebih dari 1000 penduduk sipil Ukraina yang terlibat perang, di antaranya lebih dari 500 warga meninggal dunia dan 900 terluka. 

Menurut berbagai pihak, invasi militer Rusia terhadap Ukraina itu berisiko terjadinya perang dunia 3. Hal itu dapat terjadi karena ada berbagai negara besar yang saat ini terlibat secara tidak langsung terhadap konflik Rusia-Ukraina. Lalu apakah perang dunia 3 benar-benar akan terjadi? Mari kita intip pendapat beberapa tokoh dunia!

1. Menurut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky

Presiden Ukraina saat ini, Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa mungkin saja perang dunia 3 sudah terjadi setelah Putin deklarasi invasi militer. Hal itu diungkapkannya saat wawancara dengan NBC News tanggal 16 Maret 2022 lalu. Zelensky mengatakan, “Mungkin ini (perang dunia 3) sudah terjadi. Dan, apa kemungkinannya jika Ukraina jatuh… Mungkin saja Ukraina jatuh.”

“80 tahun lalu saat Perang Dunia II terjadi, tragedi yang sama melanda dunia. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan perang skala penuh bakal meletus,” timpal Zelensky. Sebelum wawancara dengan NBC News, dia juga meminta bantuan pada Amerika Serikat sebagai pentolan NATO agar memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina. Jika hal itu terjadi, maka dapat memperbesar peluang terjadinya perang dunia 3. 

2. Menurut Investor Amerika Serikat, Bill Ackman

Mendengar permintaan Ukraina agar Amerika Serikat memberlakukan zona larangan terbang, membuat miliarder dan investor terkenal Amerika Serikat, Bill Ackman semakin waspada terhadap perang dunia 3. Menurutnya, jika Amerika Serikat dan NATO terus-menerus terlibat dalam konflik Rusia-Ukraina, dapat memprovokasi Putin untuk melancarkan tembakan nuklir.

“Lalu apa yang kita lakukan ketika (Putin) menginginkan lebih? Ancaman nuklir tidak berbeda ketika dia mengambil negara berikutnya, apakah itu bagian dari NATO atau bukan. Dan, pada saat itu kita secara strategis lebih buruk,” ungkap Bill Ackman melalui media sosial pada tanggal 8 Maret 2022 silam.

3. Menurut Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani

Sedangkan menurut Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa kondisi geopolitik Rusia dan Ukraina ini dikhawatirkan dapat memicu perang dunia 3 dan membuat berbagai perubahan ekstrem pada kondisi dunia, termasuk kenaikan harga komoditas yang sangat tinggi. Sehingga membuat berbagai negara mengambil tindakan sangat ketat agar kondisi ekonomi dan keuangan tetap stabil.

“Kami melihat serangan Rusia ke Ukraina ini dapat menciptakan ketidakpastian yang sangat tinggi apakah ini harga komoditas atau bukan, yang sekarang kita saksikan sangat meningkat. Ini semua akan menjadi ancaman yang sangat nyata bagi proses pemulihan ekonomi, baik negara maju maupun negara berkembang,” ungkap Sri Mulyani dalam acara yang diadakan oleh Fitch Ratings pada tanggal 16 Maret 2022. Menurutnya, ada tiga komoditas utama yang semakin naik yaitu batu bara, gas, dan minyak mentah.

4. Menurut Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg

Pendapat yang serupa juga diungkapkan Jens Stoltenberg selaku Sekretaris Jenderal NATO. Dalam konferensi pers tanggal 16 Maret 2022, Stoltenberg menyatakan bahwa Rusia harus segera menghentikan perang dan melakukan agenda diplomasi untuk mencegah meletusnya perang dunia 3. Stoltenberg mengatakan, “Presiden Putin harus segera menghentikan perang ini dan melakukan diplomasi dengan itikad baik.”

“Tujuan Presiden Putin adalah untuk melemahkan NATO. Apa yang dia lakukan (sebenarnya) adalah hanya untuk memperkuat NATO. Dia mendapatkan lebih banyak NATO di perbatasannya,” tambah Stoltenberg. Dia juga menambahkan bahwa NATO tetap akan menyusun rencana untuk menghadapi serangan Rusia ke Ukraina, termasuk mengerahkan lebih banyak pasukan dan persenjataan ke wilayah tersebut. 

Namun demi mencegah perang dunia 3, saat ini NATO terus menghindari kontak militer langsung dengan Rusia. Stoltenberg menutup konferensi pers dengan ucapan, “Para menteri (pertahanan) akan memulai diskusi penting tentang langkah-langkah konkret untuk memperkuat keamanan kami dalam jangka panjang di semua domain.”

5. Menurut Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda

Selanjutnya ada pendapat dari presiden negara Lithuania, Gitanas Nauseda. Menurut Nauseda, perang dunia 3 akan segera terjadi jika Vladimir Putin tidak dihentikan di Ukraina. Dia takut kejadian ini akan membuat Putin percaya diri untuk menginvasi negara lain di Eropa Timur yang menjadi bagian dari NATO. 

“Satu hal yang jelas. Jika (Putin) tidak dihentikan di Ukraina, akan ada Ukraina kedua. Mungkin Rumania, mungkin Moldova, mungkin beberapa negara NATO lainnya, dan kemudian itu akan menjadi awal Perang Dunia 3,” pungkas Nauseda melalui wawancara dengan CNBC Internasional pada tanggal 9 Maret 2022. 

Nah, itulah pendapat dari lima tokoh dunia tentang kemungkinan terjadinya perang dunia 3. Selain lima tokoh di atas, masih banyak pihak yang khawatir meletusnya perang nuklir sehingga menyebabkan fenomena genosida berdarah. Duh, semoga tidak terjadi ya! Lalu jika memang terjadi perang, akan ada negara mana saja yang terlibat?

– Kubu Pertama: NATO Dan Pro Amerika Serikat

Jika perang dunia 3 meletus, maka di kubu pertama akan ada NATO dan berbagai negara yang memihak Amerika Serikat. Beberapa contoh negara yang ada di kubu pertama adalah Arab Saudi, Israel, Ukraina, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Brasil, Meksiko, India, dan Nepal.

– Kubu Kedua: Pro Rusia Dan Cina

Sedangkan kubu kedua akan dikepalai oleh Rusia yang saat ini tengah menginvasi Ukraina. Rusia tidak akan sendirian, akan ada negara-negara yang turut memihak seperti contohnya Cina, Pakistan, Bangladesh, Palestina, Afghanistan, Kuba, Venezuela, dan Korea Utara.

Itulah dua kubu yang akan berseteru dan melancarkan gerakan militer jika terjadi perang dunia 3. Sementara itu, ada juga kubu yang netral dan tidak memiliki hubungan khusus dengan NATO ataupun Rusia, misalnya seperti Swiss dan Malta.

Mari kita doakan agar perang dunia 3 tidak terjadi dan proses diplomasi dapat berjalan dengan lancar. Karena perang bukanlah solusi untuk menyelesaikan konflik, tetapi dapat merugikan berbagai kubu, termasuk yang netral sekalipun. 

Well, bagaimana pendapat Anda tentang potensi perang dunia 3 yang ada saat ini? Beri tahu kami di kolom komentar ya!

Loading...