Site stats Inilah 10 Crazy Rich Indonesia yang Sesungguhnya, Ada Chairul Tanjung! – Brain Berries

Inilah 10 Crazy Rich Indonesia yang Sesungguhnya, Ada Chairul Tanjung!

Advertisements

Apakah Anda pernah mendengar nama-nama pengusaha di Indonesia seperti Eka Tjipta Widjaja? Atau mungkin Anda malah pernah mendengar nama perusahaan yang dirintisnya yakni Sinar Mas Group? Eka Tjipta Widjaja merupakan salah satu dari orang terkaya atau crazy rich di Indonesia! Selain Eka, ada siapa lagi? Tanpa menunggu lebih lama lagi, yuk simak 10 crazy rich Indonesia yang sesungguhnya di bawah ini, ada Chairul Tanjung lho!

1. Robert Budi Hartono

Oei Hwie Tjhong atau lebih dikenal dengan nama Robert Budi Hartono lahir di Semarang, 28 April 1940. Saat ini, dia telah berumur 81 tahun dan menjadi crazy rich terkaya di Indonesia! Pada tahun 2019, jumlah kekayaannya mencapai 18,6 miliar dolar Amerika Serikat Serikat dan menempatkannya sebagai orang terkaya ke-54 di dunia dan pertama di Indonesia. Wah, kok dia bisa sekaya itu?

Robert dan kakaknya, Michael, merupakan pemilik perusahaan Djarum dan memegang saham terbesar di Bank Central Asia atau BCA. Selain itu, dia juga memiliki berbagai properti seperti Grand Indonesia, Hartono Elektronik, Polytron, Blibli.com, dan Kaskus. Dia juga punya perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektar di Kalimantan Barat sejak 2008. 

2. Eka Tjipta Widjaja

Di daftar kedua ada Eka Tjipta Widjaja dengan total kekayaan senilai 13,9 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2018 dan menempati peringkat kedua terkaya di Indonesia menurut Globe Asia. Pria kelahiran 27 Februari 1921 ini merupakan pendiri dan pemilik Sinar Mas Group. Memangnya siapa sih Eka Tjipta Widjaja itu? 

Eka Tjipta Widjaja lahir dari keluarga serba kekurangan. Bahkan dia rela tidak melanjutkan pendidikannya dari SD ke SMP demi membantu melunasi hutang orangtuanya. Dia terus membantu orangtuanya hingga memberanikan diri untuk berbisnis sejak usia 17 tahun, mulai dari jualan biskuit hingga daging buah kelapa yang dikeringkan yang sering disebut kopra.

Setelah sekitar 20 tahun bekerja keras, di usia 37 tahun dia berhasil mendirikan kebun kopi dan kebun karet di Jember. Sejauh ini, dia adalah pemilik dari berbagai perusahaan dan properti papan atas, seperti Tjiwi Kimia, Bank Internasional Indonesia, ITC Mangga Dua, Apartemen Green View, Mal Ambassador, dan Sinar Mas Group. Eka Tjipta Widjaja telah wafat pada tahun 2019 silam di rumahnya di Menteng, Jakarta Pusat, saat berusia 97 tahun. 

3. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia lahir di Kolkata, India, tanggal 11 Juli 1952. Saat ini ia telah berusia 68 tahun dan masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Total kekayaannya mencapai 6,5 miliar dolar Amerika Serikat. Wah, kaya banget ya! 

Sri Prakash Lohia atau akrab dipanggil Lohia pindah ke Indonesia bersama ayahnya, Mohan Lal Lohia, dan merintis Indorama Synthetics untuk memproduksi benang pintal. Kemudian Lohia membuat holding company utama yang berkantor pusat di Singapura bernama Indorama Corporation, apakah Anda pernah mendengar perusahaannya?

4. Anthony Salim

Daftar selanjutnya ada Anthony Salim atau Liem Hong Sien yang lahir 25 Oktober 1949 di Kudus. Kira-kira seberapa kaya sih Anthony Salim? Dilansir dari Globe Asia, dia memiliki kekayaan sekitar 5,9 miliar dolar Amerika Serikat, luar biasa ya! Yuk kita bahas sekilas tentang karier dari Anthony Salim!

Ayah Anthony Salim, Sudono Salim, memiliki sebuah perusahaan besar bernama Salim Group yang memegang banyak perusahaan cabang seperti PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA, PT Indomobil Sukses Internasional, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Bogasari Flour Mills. Bahkan Sudono Salim sempat masuk sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan Indonesia. Namun semenjak krisis moneter tahun 1998, dia tersandung hutang yang banyak dan harus merelakan 3 cabang perusahaannya, sehingga hanya tersisa PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills saja. 

Setelah krisis moneter berakhir, dia menyerahkan urusan bisnis ke anaknya, Anthony Salim. Akhirnya Anthony berhasil membangkitkan kembali Salim Group dengan mengembangkan produk-produk unggulan seperti mi instan Indomie, Supermi, Sarimi, tepung terigu Bogasari Segitiga Biru, dan masih banyak lagi lainnya. Pasti Anda sering mengonsumsi produk-produk tersebut, benar kan?

5. Prajogo Pangestu

Di daftar keempat ada Prajogo Pangestu, pengusaha Indonesia dengan total kekayaan hingga 5,7 miliar dolar Amerika Serikat. Prajogo merupakan pendiri Barito Group yang berbagai bidang bidang petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan, dan masih banyak lagi. 

Sama seperti Eka Tjipta Widjaja, Prajogo Pangestu lahir dari keluarga serba kekurangan di Sambas, Kalimantan Barat, tanggal 13 Mei 1944. Prajogo hanya melanjutkan pendidikan hingga SMP dan harus merantau dari Kalimantan ke Jakarta untuk mengadu nasib. Namun di Jakarta, dia tidak mendapatkan penghasilan apapun, sehingga kembali ke kampung halamannya di Sambas dan menjadi sopir angkutan umum. 

Nasib baik menghampirinya saat dia ditawari bekerja di PT Djajanti Group oleh pengusaha kayu Malaysia, Burhan Uray. Setelah bekerja keras selama sekitar 7 tahun, dia keluar dan membangun bisnis sendiri dengan mendirikan CV Pacific Lumber Coy. Dalam pengembangan bisnisnya, dia mengubah nama CV-nya menjadi PT Barito Pacific dan bekerjasama dengan anak-anaknya Pak Soeharto serta pengusaha lainnya demi mengekspansi bisnis tersebut. Hingga sekarang, Prajogo Pangestu telah mendirikan lebih dari 6 bisnis dan menjadi pimpinan di lebih dari 10 perusahaan ternama. Keren banget ya!

6. Chairul Tanjung

Apakah Anda pernah beli dan baca buku berjudul ”Chairul Tanjung, si Anak Singkong”? Jika pernah, maka Anda pasti tahu perjuangan Chairul Tanjung dalam merintis bisnis dari nol. Ya, berkat perjuangan dan kerja kerasnya, dia berhasil memiliki kekayaan total mencapai 4,1 miliar dolar Amerika Serikat! Bagaimana sebenarnya perjuangan Chairul Tanjung? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962 dari pasangan Halimah dan Abdul Ghafar Tanjung. Ayahnya dahulu merupakan wartawan dan menerbitkan koran saat orde lama. Chairul dan enam saudara lainnya saat itu hidup berkecukupan, namun setelah tiba Orde Baru, bisnis koran ayahnya terpaksa tutup dan pindah ke kamar losmen yang sempit. Setelah tamat SMA, dia kuliah di Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran Gigi dan dijuluki ‘anak singkong’ karena berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. 

Demi menutupi kebutuhan kuliah, dia mulai berbisnis dengan jualan buku kuliah, kaos, dan jasa fotokopi. Setelah lulus kuliah, dia mulai serius berbisnis dengan merintis toko yang menjual peralatan kedokteran dan laboratorium. Namun bisnis pertamanya itu tidak sukses dan memaksanya untuk memulai bisnis baru bersama rekan-rekannya, di bidang ekspor sepatu anak-anak. 

Bisnisnya kali ini cukup sukses, namun Chairul Tanjung merasa tidak sevisi dengan rekan-rekannya. Akhirnya ia keluar dan membentuk perusahaan sendiri. Saat ini, Chairul Tanjung menjadi pendiri CT Corp yang terdiri dari tiga anak perusahaan yaitu Mega Corp, CT Global Resources, dan Trans Corp atau Trans TV. Saat ini, Chairul Tanjung lebih suka mengakuisisi daripada membuat perusahaan dari nol.

7. Tahir

Di daftar ketujuh ada Ang Tjoen Ming atau akrab dipanggil Tahir. Dia lahir di Surabaya, 26 Maret 1952 dan telah mendirikan Mayapada Group, holding company yang memiliki berbagai unit usaha di Indonesia. Total kekayaan yang dimilikinya adalah senilai 3,3 miliar dolar Amerika Serikat. Memangnya bagaimana perjuangan Tahir dari awal hingga sukses seperti sekarang?

Tahir lahir di lingkungan yang tergolong kurang mampu. Dia dibesarkan dari orangtua pembuat becak. Ketika lulus SMA, Tahir bercita-cita menjadi dokter, namun cita-cita itu pupus saat dia harus melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya. Kemudian dia mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Nanyang Technological University di Singapura dan berbisnis produk impor dari Singapura untuk membantu biaya kuliah. Setelah lulus, dia menggeluti bisnis garmen dan melanjutkan pendidikan keuangan di Golden Gates University di Amerika saat menginjak usia 35 tahun. 

Di tahun 1986, dia mendirikan Mayapada Group yang bisnisnya seputar dealer mobil, garmen, perbankan, dan juga kesehatan. Hingga pada tahun 1990, Bank Mayapada lahir dan berkembang pesat. Hingga saat ini, Mayapada Group telah memayungi beberapa anak perusahaan yaitu PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Pt Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk, dan PT Propertindo Mulia Investama Tbk. 

Sementara itu, Tahir dikenal sangat dermawan lho! Dia telah membantu dan mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk berkembang melalui pendanaan dari Bank Mayapada. Dia juga memberikan pelayanan gratis operasi jantung untuk 100 pasien saat peresmian RS Mayapada, luar biasa!

8. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Kalau Anda pencinta teknologi dan media, pasti kenal dengan pengusaha Eddy Kusnadi Sariaatmadja atau akrab dipanggil Eddy. Pria kelahiran Jakarta, 11 Desember 1963 ini terbilang sangat sukses dan terkenal karena memiliki total kekayaan sebesar 3 miliar dolar Amerika Serikat. Ia juga merupakan lulusan Teknik Sipil di University of New South Wales, Australia. 

Eddy adalah pendiri dari perusahaan bernama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk yang dikenal dengan nama Emtek Group. Perusahaan ini menaungi SCTV karena memiliki saham terbesar, sehingga kontrol media pertelevisian SCTV berada di bawah kendali Emtek Group. Kabar terbarunya, Emtek Group juga mengakuisisi Indosiar juga lho!

9. Jerry Ng

Selanjutnya ada Jerry Ng yang pernah menjadi pimpinan di Bank Danamon Indonesia, BTPN, dan saat ini menjadi pemilik Bank Jago Indonesia. Dia dijuluki bankir inovator karena memiliki berbagai terobosan dan inovasi selama menjadi pimpinan dan direktur utama. Dia juga memiliki pengalaman di dunia bank selama lebih dari 30 tahun. 

Meskipun tidak berkecimpung di dunia bisnis dari nol, Eddy berhasil mengalahkan pengusaha terkenal seperti Ciputra, Arifin Panigoro, dan Edwin Soeryadjaya. Forbes menginfokan kalau total kekayaan Jerry Ng adalah 2,5 miliar dolar Amerika Serikat! Hal itu diraihnya lantaran berinvestasi di Bank Artos yang kini berganti nama jadi Bank Jago bersama rekan-rekannya lewat PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia. Apa itu Bank Jago? Berdasarkan beberapa sumber, Bank Jago fokus sepenuhnya menjadi bank uang digital seperti Gopay dari Gojek.

10. Martua Sitorus

Di daftar terakhir ada nama Martua Sitorus yang total kekayaannya mencapai 2 miliar dolar Amerika Serikat. Dia merupakan pendiri Wilmar International yang mengolah minyak kelapa sawit mentah dan juga produsen gula. Wilmar Internasional juga bekerjasama dengan Kellogg, perusahaan asal Amerika Serikat yang menjual makanan di Cina. Sementara itu, Wilmar juga mengakuisisi perusahaan tambang batu bara di Australia bernama Whitehaven Coal Ltd. 

Kesuksesan Martua Sitorus tidak didapat dengan mudah. Perjuangannya bermula saat dia harus membantu perekonomian keluarganya saat masih muda dengan berjualan udang dan loper koran di kampung halamannya, Pematangsiantar, Sumatra Barat. Setelah lulus kuliah dengan biaya sendiri, dia berdagang kecil-kecilan di Medan hingga akhirnya bertemu dengan pengusaha Malaysia bernama William. Akhirnya mereka mendirikan Wilmar International. Kata Wilmar diambil dari kata William dan Martua, lho!