6 Tempat Angker Ini Simpan Sejarah Kelam! Berani Uji Nyali?

Advertisements

Indonesia kaya akan destinasi wisata yang indah. Namun, di balik keindahan itu, ada juga tempat-tempat yang menyimpan sejarah kelam dan kisah mistis turun-temurun. Konon, sebagian tempat tersebut sampai sekarang masih menyimpan energi gaib yang bikin bulu kuduk merinding, lho!

Kali ini kami akan membahas enam tempat paling angker di Indonesia, mulai dari gedung bersejarah, hotel tua, hingga hutan yang dipercaya menjadi kerajaan gaib. Penasaran dengan kisahnya? Simak sampai tuntas!

1. Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu merupakan bangunan ikonik di Semarang yang dibangun pada 1904 sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda. Selama masih menjadi kantor, gedung ini aman-aman saja tanpa cerita horor. Namun, ketika Jepang menduduki Indonesia, ruang bawah tanah Lawang Sewu diubah menjadi penjara sempit berukuran satu kali satu meter yang sering diisi oleh lima sampai enam tahanan sekaligus.

Sejak saat itulah kisah kelam mulai melekat pada gedung ini. Banyak pengunjung mengaku melihat penampakan noni Belanda berkeliaran di tangga spiral, sementara bayangan prajurit Jepang dan Belanda kerap muncul di lorong-lorong gelap. Area penjara bawah tanah bahkan disebut sering mengeluarkan bau anyir darah tanpa sebab yang jelas.

2. Alas Purwo Banyuwangi

Alas Purwo berlokasi di Banyuwangi dan dikenal sebagai hutan tertua di Pulau Jawa. Konon, hutan ini sudah ada jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai negara. Masyarakat setempat mempercayai bahwa Alas Purwo merupakan kerajaan bangsa jin, bahkan disebut sebagai tempat tinggal Nyi Roro Kidul beserta para pengikutnya.

Salah satu kisah paling melegenda tentang Alas Purwo adalah suara panggilan misterius. Konon, jika seseorang mendengar suara lirih yang memanggil namanya saat berada di dalam hutan, dia dilarang keras menengok atau mencari sumber suara tersebut karena dipercaya bisa mendatangkan kesialan seumur hidup. Banyak pula cerita tentang pengunjung yang tersesat berhari-hari karena melanggar aturan adat setempat!

3. Museum Fatahillah Jakarta

Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua Jakarta awalnya dibangun pada awal abad ke-18 sebagai balai kota pada masa kolonial Belanda. Namun, fungsinya berubah menjadi gedung pengadilan lengkap dengan penjara bawah tanah yang gelap dan sempit, tempat banyak tahanan disiksa hingga meninggal.

Gedung ini juga pernah menjadi lokasi eksekusi mati. Setiap tahanan yang akan dieksekusi diberi tanda lewat bunyi lonceng kematian. Hingga kini, pengunjung dan staf museum kerap melaporkan penampakan bayangan hitam, sosok tanpa kepala, hingga hantu perempuan berbusana khas Belanda yang konon sering berdiri di depan museum.

4. Hotel Niagara Lawang Malang

Hotel Niagara di Lawang, Kabupaten Malang, dibangun pada 1918 sebagai vila pribadi seorang pengusaha Tionghoa sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi hotel. Kisah paling melegenda dari hotel ini adalah tiga noni Belanda yang konon menghuni lantai tiga dan dijuluki tiga hantu cantik oleh para pengunjung.

Selain itu, ruang bawah tanah hotel dipercaya pernah menjadi lokasi pembantaian dan pembuangan mayat pada masa kolonial. Beberapa tamu bahkan mengaku mendengar suara ketukan pintu tanpa ada yang datang serta langkah kaki di lorong kosong pada malam hari, hingga memutuskan untuk membatalkan rencana menginap dan segera pergi.

5. Gedung Sate Bandung

Gedung Sate dibangun pada 1920 dan kini menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Di halaman depan gedung ini terdapat tugu peringatan tujuh pemuda yang gugur melawan pasukan Gurkha pada 3 Desember 1945, tetapi jasad beberapa di antaranya tidak pernah ditemukan hingga sekarang.

Cerita mistis paling terkenal adalah sosok noni Belanda bergaun putih yang sering terlihat berjalan di lorong-lorong gedung pada malam hari. Selain itu, lorong bawah tanah yang konon menghubungkan Gedung Sate dengan rumah dinas gubernur juga dipercaya menyimpan suara langkah kaki dan tangisan misterius, meski tidak ada seorang pun di sana.

6. Villa Isola Bandung

Villa Isola yang kini menjadi gedung rektorat Universitas Pendidikan Indonesia dibangun pada 1932 oleh Dominique Willem Berretty, seorang pengusaha media yang kaya raya. Bangunan bergaya art deco ini menyimpan sejarah kelam karena Berretty meninggal dalam kecelakaan pesawat tidak lama setelah vila ini selesai dibangun.

Sejak saat itu, muncul kisah tentang penampakan hantu bule yang berdansa di lantai atas, yang diduga merupakan arwah Berretty sendiri, serta sosok perempuan bergaun putih yang kerap muncul di balkon pada malam hari. Konon, pada malam-malam tertentu, terdengar pula denting piano yang oleh mahasiswa UPI disebut sebagai melodi kematian.

Dari gedung bersejarah, hutan tertua, hingga hotel dan vila kolonial, setiap tempat menyimpan cerita masa lalu yang begitu kelam sekaligus mistis. Menurut Anda, tempat mana yang paling bikin bulu kuduk merinding?