Indonesia memang kaya akan budaya, namun di balik itu semua, ada banyak sekali mitos dan pamali yang diwariskan turun-temurun. Meskipun zaman sudah semakin modern dan serba canggih, ternyata masih banyak masyarakat yang percaya pada cerita-cerita tersebut! Mulai dari larangan sepele di sekitar rumah hingga kepercayaan tentang makhluk gaib yang berkeliaran pada waktu tertentu.
Menariknya, sebagian mitos ini punya penjelasan logis di baliknya, namun ada juga yang benar-benar sulit dijelaskan secara ilmiah. Kali ini kami akan membahas mitos-mitos teraneh yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia hingga sekarang. Ada mitos apa saja? Yuk, langsung saja simak daftarnya di bawah ini.
1. Memotong Kuku Malam Hari, Bawa Sial
Larangan memotong kuku di malam hari ini sudah ada sejak lama dan dipercaya oleh banyak orang di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, setiap daerah punya sebutannya masing-masing, loh! Di Kalimantan, misalnya, ada istilah “pamali manatak kuku malam” yang berarti memotong kuku malam hari dipercaya bisa membuat umur menjadi pendek. Kepercayaan serupa juga ditemukan di berbagai daerah lain di Indonesia.
Kalau ditelusuri asal-usulnya, salah satu penjelasan populer menyebut bahwa mitos ini muncul karena pada zaman dahulu penerangan di malam hari masih sangat minim. Alhasil, orang tua zaman dulu melarang anak-anaknya memotong kuku di malam hari demi menghindari risiko terluka akibat alat potong dalam kondisi minim cahaya.
View 10 photos
View 10 photos2. Menyapu Tidak Bersih, Suami Brewokan
Mitos ini sepertinya sudah tidak asing lagi, khususnya bagi wanita. Konon, jika seorang wanita menyapu rumah dengan tidak bersih, dia akan berjodoh dengan pria yang brewokan alias berjenggot lebat. Mitos ini biasanya ditanamkan sejak kecil dan dituturkan dari orang tua kepada anak perempuannya.
Mitos semacam ini kerap dikaitkan dengan “gugon tuhon”, yaitu kepercayaan atau nasihat yang diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Jawa. Dalam konteks mitos ini, ancaman mendapatkan suami brewokan dapat dipahami sebagai cara untuk mendorong anak agar rajin dan teliti dalam menyelesaikan pekerjaan rumah.
View 10 photos
View 10 photos3. Kucing Hitam Melangkahi Mayat, Bisa Bikin Bangkit Lagi
Mitos ini bisa dibilang salah satu yang paling menyeramkan. Konon, jika ada kucing hitam yang melangkahi jenazah, jenazah tersebut diyakini dapat bangkit kembali atau mengalami kejadian gaib. Alhasil, dalam sebagian kepercayaan masyarakat, kucing dijauhkan dari jenazah sebelum proses pemakaman.
Kepercayaan tentang kucing yang melangkahi jenazah telah lama beredar sebagai cerita rakyat dan mitos. Namun, secara ilmiah tidak ada bukti bahwa kucing yang melompati atau melangkahi jenazah dapat membuat orang yang telah meninggal hidup kembali.
4. Pakai Baju Hijau di Pantai Selatan, Dipanggil Nyi Roro Kidul
Siapa yang tidak tahu legenda Nyi Roro Kidul? Sang Ratu Penguasa Laut Selatan ini dalam berbagai cerita dipercaya memiliki hubungan erat dengan warna hijau. Alhasil, muncul kepercayaan di sejumlah kawasan pesisir selatan Pulau Jawa yang menyarankan pengunjung untuk tidak memakai baju berwarna hijau di pantai. Katanya, siapa saja yang nekat memakai baju hijau akan “dipanggil” oleh sang ratu dan diseret ombak hingga hilang tanpa jejak.
Terlepas dari sisi mistisnya, larangan tersebut juga kerap dikaitkan dengan alasan keselamatan. Namun, bahaya utama di kawasan pantai selatan tetap berasal dari kondisi laut, termasuk ombak dan arus yang kuat. Karena itu, pengunjung sebaiknya mengikuti petunjuk keselamatan dan peringatan dari petugas setempat, apa pun warna pakaian yang dikenakan.
5. Bersiul di Malam Hari, Mengundang Makhluk Halus
Bersiul memang jadi kegiatan yang menyenangkan bagi banyak orang. Akan tetapi, khususnya di daerah tertentu, bersiul di malam hari dianggap sebagai tindakan yang bisa mengundang makhluk halus. Konon, suara siulan menyerupai panggilan atau sinyal gaib yang bisa “membuka jalur komunikasi” dengan makhluk gaib seperti jin, hantu, atau arwah gentayangan.
Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa bersiul pada malam hari dapat mengundang makhluk gaib. Larangan ini juga dapat dipahami sebagai bagian dari norma sosial pada masa lalu, ketika suara keras atau siulan pada malam hari berpotensi mengganggu ketenangan orang lain.
6. Keluar Rumah Saat Magrib, Diculik Wewe Gombel
“Jangan main di luar pas Magrib, nanti diculik Wewe Gombel!” Kalimat ini mungkin sering Anda dengar sewaktu kecil, ‘kan? Dalam sejumlah kepercayaan tradisional di Indonesia, waktu Magrib dianggap sebagai waktu ketika makhluk halus mulai berkeliaran sehingga anak-anak dianjurkan untuk tidak bermain di luar rumah.
Larangan untuk membiarkan anak-anak berada di luar saat awal malam juga memiliki kaitan dengan ajaran Islam. Dalam hadis terdapat anjuran untuk menahan anak-anak ketika malam mulai datang karena pada saat itu setan bertebaran. Selain aspek keagamaan, kebiasaan ini juga dapat membantu membentuk kedisiplinan waktu anak sekaligus mengurangi berbagai risiko ketika mereka bermain di luar setelah gelap.
Nah, itulah 6 mitos aneh yang hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia. Meskipun terdengar tidak masuk akal, beberapa mitos tersebut juga memiliki penjelasan praktis atau nilai sosial yang sering dikaitkan dengannya, mulai dari keselamatan hingga pembentukan karakter dan kedisiplinan. Mitos mana yang paling sering Anda dengar sewaktu kecil?
