Cara Corona Mungkin Mengubah Secara Permanen Hidup Kita

Advertisements

Banyak hal yang dapat kita katakan tentang pandemi covid-19 ini, tapi itu tidak hanya membuat kita menilai kembali banyak hal dari kehidupan sehari-hari kita. Beberapa negara masih berada dalam pembatasan gerak (lockdown) yang ketat, sedangkan negara lainnya masih mencoba dengan pelan untuk mengulang kembali kehidupan yang normal dan melewati keseluruhan episode ini secepat mungkin.

Tidaklah susah untuk membayangkan betapa pandemi ini telah membuat kita ketakutan dalam banyak hal. Ia membuat masyarakat kita menyadari jika kita tidak memiliki jawaban atas segala masalah dan terdapat hal-hal yang dapat menyergap kita saat kita lengah. Bahkan mungkin ada beberapa aspek dari hidup yang tak bisa atau tak mungkin kembali ke keadaan sebelum munculnya corona.

Meskipun mungkin susah untuk mencari dan menilai hal-hal dalam hidup kita yang mungkin telah berubah setelah semua ini berlalu, inilah beberapa aspek dalam hidup kita yang mungkin tak akan sama lagi – menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Cara Kita Bekerja

Dengan hampir seluruh dunia mendadak bekerja dari rumah, akan ada sebuah goncangan besar dalam cara kita mengelola pekerjaan. Mungkin terlihat aneh untuk membayangkan setelah semua usaha yang dilakukan untuk memastikan orang-orang dapat bekerja dari rumah, kemudian kita akan duduk kembali di meja tetap kita di sebuah gedung kantor yang membosankan, selama 5 hari dalam seminggu. Pekerjaan kita mungkin akan menjadi lebih fleksibel setelah hal ini

Cara Kita Berinteraksi

Disebabkan pembatasan sosial yang menjadi semacam norma dan banyaknya negara yang menganjurkan penggunaan masker mulut, banyak kebudayaan yang mungkin akan susah atau bahkan tidak mungkin kembali ke cara-cara berinteraksi sosial yang sempat ada sebelumnya. Kita tak lagi menyapa orang asing dalam jarak dekat atau memberikan pelukan atau bersalaman secara acak dengan mereka yang tidak terlalu kita kenal atau lama tidak kita jumpai.

Cara Kita Bergerak

Masyarakat diminta untuk sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah, yang berarti kita harus mencari banyak hal di lingkungan kita sendiri. Kita tak lagi merasakan adanya kebutuhan untuk berkendara selama berjam-jam untuk menemukan rute berjalan kaki yang indah, karena saat ini nyaris setiap orang telah berjalan kaki dan bersepeda menyusuri seluruh lingkungan di sekitar rumah mereka lebih sering dari yang mampu mereka ingat. Setelah kita mampu bergerak dengan bebas kembali, banyak orang yang mungkin akan berpikir dua kali sebelum berasumsi jika mereka harus menggunakan mobil untuk dapat menikmati udara terbuka.

Cara Kita Menghabiskan Waktu Santai

Kita memiliki banyak waktu luang dalam beberapa minggu terakhir, sehingga banyak orang yang menggunakan momen itu untuk melakukan hal-hal yang positif dan bahkan menemukan sebuah hobi baru. Setelah corona berakhir, kita mungkin masih akan menikmati aktivitas tertentu itu dan memberikannya poin lebih dalam waktu bersantai kita. Itu mungkin akan menjadi sesuatu yang sangat berbeda dibanding yang biasa kita lakukan sebelumnya!

Cara Kita Memperlakukan Guru

Mari jujur, saat ini kita telah menghabiskan waktu berminggu-minggu berturut-turut dengan anak-anak kita. Mereka memang menyebalkan bukan? Mereka menguras sangat banyak energi anda. Mereka memenuhi seluruh tempat, mereka tak akan membiarkan anda bekerja dengan benar, sepertinya mereka hanyalah tugas ekstra yang disodorkan pada piring anda, … Jadi mungkin setelah corona berlalu, kita semua akan lebih berterimakasih atas pekerjaan yang dilakukan para guru setiap hari, yang membuat kita tak harus melakukan hal itu.

Cara Kita Berbelanja

Dan jika kita harus jujur sepenuhnya: kita semua tahu bahwa bergegas langsung ke rak tisu toilet itu adalah hal bodoh, betul tidak? Mungkin setelah pandemi berlalu, kita semua akan cukup cerdas untuk selalu menyimpan cadangan tisu toilet yang memadai, sehingga kita tak perlu lagi mengosongkan supermarket pada hari pertama isolasi.

Cara Kita Merawat Orang-orang Sakit

Yang saya maksud, saya ragu semua orang akan mengambil resiko menempatkan anak mereka yang sakit bersama kakek-neneknya pada hari-hari setelah ini. Sementara sebelumnya hal ini nyaris menjadi kebiasaaan rutin, saya sangat susah membayangkan untuk melakukannya setelah corona berakhir. Orang tua seharusnya merawat anak-anaknya yang sakit, bukannya orang tua mereka.

Cara Kita Memperlakukan Perawat

Orang-orang ini telah mengambil banyak resiko dalam hidup mereka setiap hari agar kita semua dapat kembali ke kehidupan normal secepat mungkin. Saya hanya dapat berharap dengan tulus bahwa setelah ini semua berakhir, kita akhirnya dapat memperlakukan orang-orang ini dengan penghargaan yang layak untuk mereka. Dan juga memberikan sebuah kenaikan gaji.



Loading...