Bagaimana Para Biliuner Memberikan Bantuan Dalam Pandemi COVID-19 Ini

Advertisements

Ada banyak kabar buruk di luar sana dan kebanyakan ternyata tidak berhubungan dengan COVID-19. Dimanapun anda berada, anda pasti telah merasa tidak nyaman dengan hal ini atau akan segera merasa. Inilah akibat alamiah dari sebuah pandemi global. Kita semua terkena dampaknya. Beberapa dari kita menjalankan pembatasan sosial, beberapa yang lain berada dalam karantina, tapi banyak juga yang merasa sangat gelisah tentang ini dan sedang mencoba yang terbaik untuk membantu mereka yang berada dalam resiko tinggi sebanyak yang kita bisa, baik dengan tetap berada di rumah dan tidak menyebarkan virus itu atau membantu membelanjakan orang-orang tua atau mereka yang sistem kekebalannya lemah. Tapi apa yang dilakukan orang-orang kaya? Apakah para biliuner menjalankan peran mereka dan menggunakan kekayaannya untuk kebaikan banyak orang? Mari kita lihat.

1. Bill Gates

Sebagai orang terkaya kedua di dunia berarti anda dapat benar-benar membantu mereka yang terkena krisis. Bill Gates sudah memperingatkan dalam berbagai penampilan dan wawancaranya di Ted Talks tentang kekhawatirannya akan pandemi global selama bertahun-tahun ini dan ternyata dia benar. Jadi sekarang adalah waktunya untuk bertindak dan Gates Foundation telah mengumumkan bahwa mereka menjanjikan sampai dengan $100 juta untuk membantu mendeteksi virus tersebut, mengisolasi mereka yang butuh diisolasi dan membantu menemukan sebuah perawatan atau yang bisa menjadi vaksin.

2. Ted Leonsis

Biliuner, CEO dari Monumental Sports & Entertainment, pemilik dari sejumlah tim NBA dan Hoki, Ted Leonsis mengatakan bahwa ia akan terus membayarkan gaji semua pegawainya untuk bulan Maret, meskipun kebanyakan dari mereka saat ini tidak bekerja, disebabkan telah dibatalkannya banyak even olahraga karena penyebaran virus. Kelihatannya seperti gestur yang sepele, tapi dalam pandangan banyak orang yang kehilangan pekerjaannya, ini sesungguhnya sangat bernilai.

3. Eric Yuan

Pendiri Zoom ini mengatakan bahwa sejak merebaknya COVID19, Zoom telah mendapati peningkatan signifikan dalam jumlah orang yang mendaftar untuk layanan mereka. Tidak hanya membuat layanannya tetap gratis, dia juga menghapuskan biaya untuk penggunaan tanpa batas pada wilayah-wilayah yang paling terkena dampak, seperti Cina dan Italia. Organisasi-organisasi nirlaba, aksi-aksi amal dan bahkan K-12 (lembaga-lembaga pendidikan dari TK sampai SMP) di seluruh AS juga mendapatkan layanan tanpa batas yang bebas biaya. Saat ditanyakan tentang dampak Covid19 terhadap bisnisnya, Eric mengatakan jika akan menjadi kultur yang buruk untuk mencoba dan menghasilkan uang dari situasi yang mengerikan itu, jadi mereka tidak akan berfokus pada keuntungan saat ini.

4. Brian Chesky

Pendiri Airbnb ini mengumumkan jika mereka tidak akan membebankan biaya pada orang-orang atas pembatalan selama pandemi. Kebijakan Airbnb pada situs webnya menyatakan bahwa semua pemesanan yang dibuat sebelum 14 Maret dan semua perjalanan yang dijadwalkan di antara 14 Maret dan 14 April dapat dipesan ulang atau dibatalkan tanpa dibebankan biaya apapun atas pembatalan itu atau bahkan biaya-biaya layanan. Pada dasarnya orang-orang sudah mulai kehilangan rencana liburan mereka, jadi ini dimaksudkan supaya setidaknya mereka tidak kehilangan uang sama sekali.

5. Kenneth C. Griffin

Kenneth Griffin, manajer investasi Amerika dan pendiri perusahaan reksadana Citadel mengatakah bahwa timnya di Citadel telah menyumbangkan $7,5 juta untuk mendukung pemulihan virus korona di China. Dana ini akan dialokasikan untuk menyediakan pasokan medis yang sangat dibutuhkan, pemberian uang pada berbagai organisasi dan aksi amal yang bekerja untuk memberikan bantuan dan dukungan pada keluarga-keluarga yang terpaksa mengungsi karena penyebaran COVID19.

6. Massimiliana Landini Aleotti

Massimiliana dan anak-anaknya adalah pemilik dari Menarini, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Italia. Mereka baru saja mengumumkan jika akan berusaha untuk dan mengubah beberapa lini produksi di pabrik-pabriknya untuk membuat disinfektan-jel yang akan dikirimkan pada berbagai rumah sakit di negara, itu secara gratis.



Loading...