6 Teori Konspirasi Gila Tentang Virus Corona COVID-19

Advertisements

Apakah Anda pecinta teori konspirasi? Jika iya, maka Anda berada di tempat yang tepat! Karena kami akan membahas 6 teori konspirasi gila tentang virus Corona COVID-19. Memangnya ada teori konspirasi gila apa saja sih? Tanpa berbicara panjang lebar lagi, cek informasi selengkapnya di bawah ini.

1. Militer Amerika membawa virus Corona COVID-19 ke kota Wuhan

Teori konspirasi pertama muncul pertama kali dari diplomat asal Cina bernama Zhao Lijian. Dia berkata bahwa Amerika sengaja menyebarkan virus Corona di Wuhan. Pernyataan Zhao Lijian juga selaras dengan teori konspirasi pertama bahwa militer Amerika membawa virus Corona ke kota Wuhan saat Military World Games di Wuhan bulan Oktober 2019. 

Selain itu, melalui Facebook, tersebar pula video yang mendukung teori konspirasi tersebut berupa 2 video di mana ada pria menempelkan air liur di kereta bawah tanah. Dijelaskan bahwa dua orang tersebut adalah tentara militer Amerika. 

Namun faktanya ternyata, video pertama terjadi di Belgia pada bulan Maret 2020. Pria tersebut mabuk dan tanpa kesadaran penuh mengusapkan air liur di kereta. Sedangkan video kedua adalah parodi dari Joel Werner, karyawan perusahaan asuransi keuangan yang berbasis di Hong Kong. Kok tidak ada hubungannya sama sekali dengan militer Amerika ya?

2. Diprediksi Novel The Eyes of Darkness Karya Dean Koontz

Ini nih yang sempat gempar di dunia maya, wabah virus Corona sudah diprediksi oleh sebuah novel tahun 1981 berjudul The Eyes of Darkness karya Dean Koontz. Pada novel tersebut terdapat kalimat berikut, “They call the stuff “Wuhan-400” because it was developed at their RDNA labs outside of the city of Wuhan, and it was the four-hundredth viable strain of man-made microorganisms create at that research center.”

Beberapa detail pada novel tersebut cukup tepat dengan kondisi wabah virus Corona yang terjadi saat ini. Tentu saja, hal tersebut mengejutkan orang-orang, terutama pecinta teori konspirasi. Namun ada beberapa detail yang tidak sesuai fakta yang terjadi saat ini, seperti masa inkubasi yang hanya 4 jam saja, virus yang dibuat manusia, dan tingkat kematian penderita virus Corona 100%. Detail-detail tersebut tidak sesuai dengan fakta: virus Corona memiliki masa inkubasi 2 – 14 hari, virus yang berasal dari epidemi alami, dan tingkat kematian hanya 2 – 3% saja.

Saking gemparnya, penulis novel tersebut, Dean Koontz sampai memberi klarifikasi bahwa hal tersebut hanya kebetulan semata. Faktanya, hanya sedikit saja kemiripan yang terjadi pada novel tersebut dengan fakta yang ada.

3. Senjata Biologis Cina yang Bocor dari Institut Virologi Wuhan

Teori konspirasi selanjutnya adalah COVID-19 berasal dari senjata biologis Cina yang bocor di Institut Virologi Wuhan. Menurut mantan Intelijen Israel, Dany Shoham, Cina sengaja membuat senjata biologis tersebut, tapi bocor, dan mengakibatkan kerugian besar di Cina dan negara besar lainnya.

Pernyataan mantan Intelijen Israel tersebut dibantah oleh Shi Zhengli, salah satu petinggi Institut Virologi Wuhan. Dia mengatakan kalau virus tersebut tidak ada hubungannya dengan institusinya, melainkan terjadi secara alami sebagai akibat dari cara hidup manusia yang tidak beradab. 

Shi Zengli juga mengungkapkan bahwa para ahli teori konspirasi tidak percaya pada sains, dan berharap pemerintahan Cina membuktikan bahwa spekulasi tersebut tidak benar. Mantan Intelijen Israel, Dany Shoham juga mengatakan bahwa dia tidak memiliki bukti kuat terkait dugaan dan spekulasinya. Fakta yang ada saat ini adalah, virus COVID-19 berasal dari perantara hewan, yang diduga adalah kelelawar.

4. Corona berasal dari Indonesia

Nah, ini yang agak lucu, katanya virus COVID-19 berasal dari Indonesia! Wah, kok bisa seperti itu ya? Sedikit lucu sih, tapi teori itu muncul saat ada orang Cina berusia 35 tahun bernama Zhang yang terinfeksi COVID-19 setelah mengunjungi Indonesia. 

Teori ini sangat aneh, pasalnya jika COVID-19 berasal dari Indonesia, maka harusnya Indonesia duluan kan yang terkena wabah virus ini? Tapi faktanya, daerah Wuhan di Cina duluan yang terkena wabah ini. Secara logika sih tidak masuk akal.

5. Virus Corona berasal dari ledakan Meteorit

Pada tanggal 11 Oktober 2019, terjadi ledakan meteorit di Cina. Hal tersebut terjadi pada tengah malam dan menyebabkan cahaya yang sangat terang. Beberapa ahli teori konspirasi menghubungkan ledakan meteorit tersebut dengan COVID-19. Mereka berkata bahwa virus tersebut berasal dari luar angkasa. 

Pernyataan itu dibantah oleh para ilmuwan. Mereka mengatakan bahwa tidak mungkin meteorit menyebabkan wabah virus. Karena saat meteorit tersebut masuk ke bumi dan meledak, terjadi lonjakan suhu yang sangat tinggi sehingga virus COVID-19 akan hilang dan mati. Masuk akal sih ya.

6. Virus Corona Disebabkan Radiasi Sinyal 5G di Wuhan 

Teori konspirasi terakhir mengatakan bahwa virus Corona disebabkan radiasi sinyal 5G di Wuhan. Hal itu dicetuskan oleh Dana Ashlie. Dia berpendapat bahwa radiasi sinyal 5G tidak bagus untuk kesehatan manusia. Hal tersebut juga bisa menyebabkan virus bermutasi menjadi lebih berbahaya. 

Namun faktanya, ada 2.000 lebih studi yang menyatakan bahwa radiasi sinyal 5G aman untuk lingkungan sekitar. Sekarang ada banyak banget kota yang sudah menggunakan teknologi 5G. Di Cina, ada sekitar 16 kota yang menggunakan sinyal 5G. Jadi teori konspirasi ini juga hanya konspirasi tanpa fakta yang jelas. Well, kalau ada fakta, bukan konspirasi lagi namanya ya.



Loading...