Informasi tentang wanita dengan tinggi ekstrem sering simpang siur. Banyak cerita di internet yang dianggap mitos. Bahkan ada yang sulit dibuktikan kebenarannya. Maka kali ini kami akan membahas 10 wanita tertinggi di era modern dari berbagai sumber terpercaya, termasuk Guinness World Records.
Pada daftar berikut, ada yang menyandang gelar sebagai wanita tertinggi yang masih hidup, sedangkan ada juga wanita dengan tinggi badan di atas rata-rata yang berkarier sebagai atlet olahraga. Lalu siapa daftar pertamanya? Langsung scroll ke bawah ya.
1. Turki – Rumeysa Gelgi (215,16 cm)
Rumeysa Gelgi saat ini menyandang gelar sebagai wanita tertinggi yang masih hidup berdasarkan Guinness World Records. Dia memiliki tinggi 215,16 cm dan berasal dari Turki. Kondisi fisiknya disebabkan oleh Weaver Syndrome, kelainan genetik langka yang memengaruhi pertumbuhan tubuhnya secara ekstrem sejak kecil.
Dalam kehidupan sehari-hari, Rumeysa menggunakan kursi roda karena keterbatasan mobilitas. Meskipun begitu, dia dikenal sebagai sosok inspiratif yang aktif menyuarakan kesadaran tentang penyakit langka dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas.
2. Tiongkok – Yao Defen (233,3 cm)
Yao Defen lahir di Provinsi Anhui, Tiongkok, pada 1972. Yao merupakan salah satu wanita tertinggi yang pernah tercatat secara resmi di Guinness World Records dengan tinggi 233,3 cm. Dia sempat menyandang gelar wanita tertinggi yang masih hidup, namun gelar tersebut berhenti sejak dia meninggal dunia pada 2012 silam.
Pertumbuhan ekstrem Yao Defen disebabkan oleh tumor pada kelenjar pituitari yang memicu gigantisme. Sepanjang hidup, dia menghadapi berbagai masalah kesehatan serius, namun kisahnya menjadi salah satu dokumentasi medis paling terkenal tentang gigantisme pada wanita.
3. Polandia – Margo Dydek (218 cm)
Di daftar ketiga ada Malgorzata “Margo” Dydek yang lahir pada 1974 dan dikenal sebagai pemain tertinggi dalam sejarah WNBA. Dengan tinggi 218 cm, pebasket asal Polandia ini menjadi pusat perhatian sejak awal debut profesional di Amerika Serikat. Dia pernah bermain untuk beberapa tim ternama seperti Utah Starzz, Connecticut Sun, dan Los Angeles Sparks.
Selain tinggi badannya yang luar biasa, Margo Dydek juga dikenang karena kemampuan bertahannya yang luar biasa, terutama dalam menjadi blok di permainan basket. Dia tutup usia pada 2011 silam dan saat ini menjadi legenda bola basket putri yang disegani dunia.
4. Pakistan – Zainab Bibi (218 cm)
Zainal Bibi dikenal sebagai wanita tertinggi dalam sejarah Pakistan. Dia lahir pada tahun 1972 dengan tinggi mencapai 218 cm. Pada tahun 2003, dia disebut pernah memegang gelar Guinness World Records sebagai wanita tertinggi di dunia, walaupun rekor tersebut akhirnya terpecahkan oleh wanita lain.
Tinggi badan di atas rata-rata membuat Zainab Bibi mendapatkan perhatian dunia. Namun dia memiliki keterbatasan akses fasilitas umum hingga mobilitas. Di tahun 2013, dia meninggal setelah berjuang melawan diabetes dan osteoporosis.

5. Amerika Serikat – Sandy Allen (231,7 cm)
Sandra Elaine Allen atau akrab dipanggil Sandy Allen merupakan wanita asal Amerika Serikat yang lahir pada tahun 1955 di Amerika Serikat. Dia disebut pernah menyandang gelar wanita tertinggi di dunia yang hidup pada tahun 1970an. Saat itu, tingginya tercatat sekitar 231,7 cm. Namun gelar tersebut lepas karena dia meninggal pada 2008.
Sandy Allen dikenal sebagai figur yang terbuka mengenai kehidupannya dengan gigantisme. Dia sering berbicara tentang tantangan emosional dan fisik. Dia juga menyebar pesan empati dan penerimaan terhadap perbedaan tubuh manusia.
6. Tiongkok – Zhang Ziyu (220 cm)
Zhang Ziyu merupakan atlet basket asal Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar 220 cm yang lahir pada 2007. Meskipun masih berusia remaja, dia telah tercatat sebagai salah satu atlet wanita aktif tertinggi di dunia dan menjadi sorotan dalam dunia olahraga, terutama dunia basket profesional.
Dengan postur tubuh yang sangat dominan, Zhang Ziyu diprediksi akan menjadi kekuatan besar dalam bola basket putri internasional. Jika meneruskan karier profesional, banyak pengamat melihat potensinya untuk mengubah peta persaingan basket wanita di masa depan.
7. Thailand – Malee Duangdee (213 cm)
Malee Duangdee dikenal luas sebagai wanita tertinggi di Thailand. Dia lahir pada tahun 1991 dan wafat pada 2016. Saat masih hidup, dia telah menarik perhatian dunia karena tingginya yang mencapai sekitar 213 cm.
Malee Duangdee termasuk jajaran wanita tertinggi di dunia dan kisahnya sering diangkat oleh media sebagai contoh pertumbuhan ekstrem yang jarang terjadi di Asia Tenggara. Namun Malee tutup usia pada 2016 karena serangan jantung di kampung halamannya, Provinsi Trat, Thailand.
8. India – Siddiqa Parveen (234 cm)
Siddiqa Parveen tercatat oleh Guinness World Records pada tahun 2014 sebagai wanita tertinggi yang masih hidup karena mencapai 234 cm. Dia berasal dari India dan menjadi salah satu kasus tinggi badan paling ekstrem yang pernah didokumentasikan.
Seperti banyak kasus lainnya, pertumbuhan Siddiqa Parveen dikaitkan dengan gangguan pada kelenjar pituitari. Namun gelar itu lepas karena Siddiqa meninggal dunia pada 2024 silam karena penyakit komplikasi.
9. Latvia – Uljana Semjonova (210 cm)
Uljana Semjonova merupakan legenda atlet bola basket wanita dari Latvia yang bermain pada era Uni Soviet. Dengan tinggi sekitar 210 cm, dia mendominasi lapangan basket sekitar tahun 1970an sampai 1980an. Dia memimpin tim nasional dan klubnya meraih banyak prestasi.
Uljana Semjonova lahir pada 9 Maret 1955 di Lithuania. Dia terkenal dengan permainan basket yang sangat dominan dan menghasilkan lebih dari 1500 poin. Namun pada 8 Januari 2026, dia meninggal di usia ke-73 tahun.

10. India – Gitika Srivastava (211 cm)
Gitika Srivastava merupakan mantan pemain tim nasional bola basket India dengan tinggi sekitar 211 cm. Meskipun tidak masuk dalam Guinness World Records, dia sering disebut sebagai salah satu wanita tertinggi dalam sejarah India.
Kontribusi Gitika Srivastava sangat penting dalam dunia olahraga terutama basket. Dia menjadi figur penting dalam perkembangan bola basket putri di India. Tingginya yang luar biasa menjadi keunggulan kompetitif sekaligus daya tarik tersendiri dalam kariernya sebagai atlet internasional.

